TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

DPR: Molinas Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Indonesia

Reporter & Editor : AY
Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:09 WIB
Presiden Prabowo meresmikan Molinas. Foto : Ist
Presiden Prabowo meresmikan Molinas. Foto : Ist

JAKARTA – DPR mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya. Program tersebut dinilai tidak sekadar mendorong penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga dapat menjadi strategi memperkuat kemandirian industri dan perekonomian nasional.


Wakil Ketua DPR Sari Yuliati mengatakan, pengembangan Molinas harus diarahkan untuk membangun kemampuan industri dalam negeri, mulai dari penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan nilai tambah.


“Ini bukan hanya tentang menghadirkan kendaraan listrik. Tetapi bagaimana Indonesia membangun kemampuan industrinya sendiri, menguasai teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Sari di Jakarta, Jumat (14/8/2026).


Sebelumnya, Presiden Prabowo meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).


Menurut Sari, pengembangan Molinas sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian nasional. Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dapat dioptimalkan untuk membangun industri berdaya saing tinggi.


“Indonesia tidak boleh selamanya bergantung kepada negara lain dan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Molinas dapat menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sumber daya, teknologi, industri, dan pasar nasional dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia,” tegasnya.


Sari menilai, industri kendaraan listrik memiliki nilai strategis karena berkaitan erat dengan masa depan energi dan transformasi industri. Indonesia juga memiliki cadangan mineral yang besar, termasuk nikel, yang dapat menjadi fondasi penting dalam pengembangan rantai industri kendaraan listrik dan baterai.


Karena itu, menurut dia, pemerintah perlu mendorong pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Tidak hanya produksi kendaraan, tetapi juga riset, teknologi, komponen, baterai, manufaktur hingga infrastruktur pendukung.


DPR, lanjut Sari, akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat industri nasional sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Ia berharap pengembangan Molinas memperhatikan sejumlah aspek penting, seperti kualitas produk, harga yang terjangkau, tingkat komponen dalam negeri (TKDN), inovasi teknologi dan keberlanjutan industri.


“Jangan berhenti pada peluncuran. Langkah ini harus menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian industri otomotif dan energi. Pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan agar industri nasional memiliki kepastian untuk tumbuh dan bersaing,” ujarnya.


Sari menambahkan, keberhasilan Molinas nantinya tidak cukup diukur dari jumlah kendaraan yang diproduksi. Yang lebih penting adalah seberapa jauh Indonesia mampu menguasai teknologi dan rantai produksinya.


“Ini adalah momentum untuk membuktikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga produsen. Kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang mampu memproduksi kebutuhan strategisnya sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, dan menjadi pemain penting dalam industri masa depan,” tandas legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.


Danantara Siapkan Skema Pembiayaan
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pihaknya tengah berkomunikasi dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk menyiapkan skema pembiayaan pembelian Molinas.


Salah satu yang tengah dikaji adalah penurunan uang muka atau down payment (DP) yang saat ini berada di kisaran 10 persen, bahkan berpotensi dihapus.


“Dari perbankan kami memberikan pendanaan dengan suku bunga lebih rendah dan jangka waktu lebih panjang, sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat dan baik,” kata Rosan di Bekasi, Kamis (13/8/2026).


Menurut Rosan, skema pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem Molinas. Pasalnya, pasar sepeda motor Indonesia sangat besar, tetapi penetrasi motor listrik masih relatif rendah.


Saat ini, terdapat sekitar 140 juta sepeda motor di Indonesia. Penjualan motor baru mencapai sekitar 6-7 juta unit per tahun, sedangkan penjualan motor listrik baru sekitar 60 ribu-70 ribu unit atau sekitar 1 persen.


“Ini menunjukkan ruang pertumbuhan pasar motor listrik masih sangat terbuka,” ujarnya.


Rosan memperkirakan potensi pasar sektor tersebut mencapai sekitar 170 miliar dolar AS atau setara Rp3.039 triliun dengan asumsi kurs Rp17.877 per dolar AS.


Selain pembiayaan, Danantara juga akan mendorong penggunaan baterai berbasis nikel untuk Molinas. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar dunia serta potensi pengembangan rantai produksi baterai di dalam negeri.
“Diketahui bersama, nikel kita sebesar 46 persen reserve nikel di dunia,” ungkap Rosan.


Rosan menambahkan, saat ini terdapat sekitar 10 perusahaan nasional yang telah memenuhi kriteria TKDN dari Kementerian Perindustrian.


“Kami akan bekerja sama dengan PT Len Industri dan Profesor Sigit untuk mendorong standardisasi internasional,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit