TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Menuju Indonesia Emas, Merdeka dan Berdaulat di Ruang Digital

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 17 Agustus 2026 | 07:57 WIB
Menteri Komdigi Meutya Hafid. Foto : Ist
Menteri Komdigi Meutya Hafid. Foto : Ist

JAKARTA - Memasuki era digital, makna kemerdekaan Indonesia tidak hanya menyangkut kedaulatan wilayah, tetapi juga kemampuan bangsa menguasai dan menentukan arah ruang digitalnya sendiri.


Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat ekosistem digital nasional melalui digitalisasi pelayanan publik, perlindungan masyarakat, pengembangan kecerdasan buatan (AI), pemerataan konektivitas, serta penguatan infrastruktur digital.


Salah satu terobosan adalah digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang telah diterapkan di 153 kabupaten/kota pada 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga. Proses verifikasi penerima bantuan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga ratusan hari kini dapat dilakukan dalam hitungan menit.


Komdigi juga memperkuat perlindungan anak melalui PP TUNAS. Sejak diterapkan pada 28 Maret 2026, sebanyak 4,7 juta akun anak di media sosial telah diturunkan atau dibatasi aksesnya. Kebijakan ini mendorong platform digital lebih bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan anak.


Di sisi keamanan, pemerintah mulai menerapkan registrasi kartu SIM baru menggunakan biometrik pengenalan wajah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat validasi identitas sekaligus mencegah penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan, phishing hingga judi daring.


Kedaulatan digital juga diarahkan pada pengembangan AI di dalam negeri. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra teknologi, pemerintah mendorong penguatan talenta, riset, komputasi, serta inovasi AI untuk menjawab berbagai persoalan nasional.


Di saat yang sama, pemerataan konektivitas terus digenjot. Jaringan serat optik nasional telah membentang lebih dari satu juta kilometer, sementara cakupan 5G ditargetkan semakin mendekati nasional pada 2029.


Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi digital Komdigi: Terhubung, Tumbuh dan Terjaga. Teknologi diharapkan bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat keamanan, perlindungan masyarakat dan kedaulatan digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit