TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemerintah Kerahkan 12.880 Personel, Gaspol Jinakkan Karhutla di Kalimantan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

KALIMANTAN — Pemerintah mengerahkan kekuatan penuh untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Sebanyak 12.880 personel gabungan diterjunkan untuk mempercepat pemadaman, didukung pembangunan sumur bor, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga penambahan armada udara.


Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengatakan, penanganan karhutla saat ini difokuskan di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).


"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor," kata Ristianto kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Dari total 12.880 personel, sebanyak 10.700 personel ditugaskan di Kalteng, 1.410 personel di Kalbar, dan 770 personel di Kalsel.


Mereka bertugas memantau titik panas (hotspot), menindaklanjuti laporan masyarakat, melakukan patroli terpadu dan pemeriksaan lapangan, pemadaman darat, penyekatan area terbakar, hingga pembasahan dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.


Operasi tersebut didukung berbagai peralatan, seperti kendaraan operasional, pompa dan pompa jinjing, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, serta alat pelindung diri. Pemerintah juga mengerahkan helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.


Selain memperkuat personel dan peralatan, Pemerintah membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini dilakukan karena sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas akibat kekeringan.


Menurut Ristianto, keberadaan sumur bor dapat memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan.


Ketersediaan air menjadi sangat penting, terutama di kawasan lahan gambut. Sebab, bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.


Genjot Modifikasi Cuaca


Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah rawan karhutla. Namun, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis untuk penyemaian.


Di Kalbar, OMC telah dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak dengan sembilan sorti penerbangan. Estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.


Sementara di Kalteng, OMC telah dilakukan dalam dua periode, yakni 27 Juli-4 Agustus dan 11-15 Agustus 2026. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.


Namun, hingga akhir Agustus, kondisi cuaca di Kalteng diprakirakan masih didominasi kondisi kering dengan pertumbuhan awan hujan yang terbatas. Karena itu, peluang pelaksanaan OMC dalam waktu dekat dinilai minim.


Untuk Kalsel, Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca, hotspot, dan kondisi karhutla. Pelaksanaan OMC akan ditentukan berdasarkan ketersediaan awan potensial dan kebutuhan penanganan di lapangan.


"OMC bukan satu-satunya instrumen pengendalian karhutla," ujar Ristianto.
Tambah Armada Udara
Pemerintah juga menambah dukungan armada udara untuk memperkuat operasi karhutla, khususnya di Kalteng. Armada tersebut terdiri atas helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.


Menurut Ristianto, operasi udara diperlukan untuk membantu satuan tugas darat menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk menambah dukungan armada udara bagi operasi water bombing di Kalteng.


"Penambahan armada diharapkan meningkatkan jangkauan operasi, khususnya pada lokasi yang sulit diakses dan membutuhkan pembasahan dari udara," ujarnya.


Meski demikian, pengerahan armada udara tetap mempertimbangkan jarak pandang. Pekatnya asap dalam dua hari terakhir menjadi salah satu kendala operasi udara, terutama di sekitar Jabiren dan Tanjung Taruna hingga kawasan Taman Nasional Sebangau.


"Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman," ujar Ristianto.


Pemerintah juga mengerahkan 52 pesawat untuk memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi. Sebanyak 30 pesawat dikerahkan ke Kalimantan, sedangkan sisanya ke Sumatera.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengerahan armada udara tersebut dilakukan berdasarkan laporan Kepala BNPB. Enam provinsi yang menjadi lokasi operasi yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.


"21 Agustus 2026, Jumat siang ini, lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan," kata Teddy dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (21/8/2026).


Selain mengerahkan pesawat ke wilayah terdampak, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan BNPB dan perkembangan kondisi di lapangan.


Siapkan Bantuan Kesehatan
Untuk mencegah dampak buruk karhutla terhadap kesehatan masyarakat di Kalimantan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan berupa masker hingga alat pelindung diri (APD).


Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, pihaknya mengirimkan 37.130 masker, 1.000 pasang sarung tangan medis, delapan APD, 33 dus pemberian makanan tambahan (PMT), dan dua unit oksigen konsentrator ke Kalsel.


Sementara itu, Kalteng mendapatkan 42.400 masker, 28 unit oksigen konsentrator, dan 36 tabung Oxycan.
Kalbar menerima 157.000 masker, 40 face shield, serta enam jenis obat-obatan. Adapun Kaltim mendapat 15 jenis obat-obatan.


"Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau dan periode karhutla," kata Aji saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).


Sebelumnya, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026) mencapai 1.487 titik.


Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi di Kalteng sebanyak 767 titik, disusul Kalbar 560 titik dan Kalsel 74 titik.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit