TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

5.824 Gempa Susulan Guncang Flores, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

Reporter & Editor : AY
Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB
Bangunan rumah terdampak gempa M7.7. Foto : Ist
Bangunan rumah terdampak gempa M7.7. Foto : Ist

NTT – Aktivitas kegempaan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung sepekan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah tersebut.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 5.824 gempa susulan hingga Minggu (23/8/2026) pukul 12.00 WITA. Magnitudo gempa susulan bervariasi, mulai dari M 1,1 hingga yang terbesar M 6,2.


BMKG memprakirakan gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik.


“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tulis BMKG melalui akun Instagram @infobmkg.


Gempa susulan terbaru yang dirasakan terjadi di wilayah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026) pukul 10.41 WIB atau 11.41 WITA. Gempa tersebut berkekuatan M 4,0 dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 42 kilometer dari Ruteng, pada kedalaman 10 kilometer.


BMKG terus melakukan pemantauan dan survei teknis di sejumlah wilayah terdampak. Kegiatan tersebut mencakup pemetaan tingkat guncangan, kondisi tanah, hingga survei tsunami untuk memverifikasi kondisi pesisir dan kemungkinan perubahan muka air laut pascagempa.


Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, BMKG juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kondisi kegempaan terkini.


Sementara itu, dampak gempa terhadap masyarakat terus diperbarui. Berdasarkan data BNPB per Minggu (23/8/2026), sebanyak 91 orang meninggal dunia dan 1.286 orang mengalami luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 156.782 orang.


Kerusakan rumah tercatat sebanyak 53.971 unit, terdiri dari 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak, yakni 17.039 unit.


“Data tersebut masih terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan di lapangan,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.


Pemerintah Perkuat Penanganan
Pemerintah terus memperkuat penanganan dampak gempa Flores, mulai dari pemenuhan kebutuhan pengungsi, distribusi logistik, pelayanan kesehatan hingga pemulihan infrastruktur.


Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan mengunjungi wilayah terdampak gempa di NTT.


“Insya Allah pasti akan ke sana,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).


Hingga Minggu (23/8/2026), sebanyak 954 ton bantuan logistik telah dikirim melalui jalur udara menuju Labuan Bajo dan Maumere. Penanganan di lapangan melibatkan 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, serta 903 relawan dari 104 organisasi.


Dukungan kesehatan juga diperkuat melalui KRI dr. Suharso 990. Kapal rumah sakit milik TNI AL itu mendirikan rumah sakit lapangan di Waso dan Wangkong, Kecamatan Reok, Manggarai, dengan kapasitas perawatan hingga 75 pasien.


Pelayanan kesehatan turut diperkuat Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga yang bersandar di Teluk Nangalirang, Manggarai Timur.


Untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 guna mengirimkan bantuan TNI AU ke helipad Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.


94 Titik Jalan dan Jembatan Terdampak
Selain penanganan korban dan pengungsi, pemerintah juga mempercepat pemulihan infrastruktur.


Kementerian Pekerjaan Umum mencatat sedikitnya 94 titik jalan dan jembatan terdampak gempa. Berdasarkan data Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT, kerusakan meliputi 75 titik longsoran, tiga titik jalan amblas, serta kerusakan pada 16 jembatan dan duiker.


Penanganan diprioritaskan pada pembersihan material longsor yang menutup badan jalan. Sebanyak 15 ruas jalan nasional masih dapat difungsikan sehingga arus kendaraan, distribusi logistik, dan pasokan BBM tetap berjalan.


Konektivitas menuju Flores juga tetap dijaga melalui jalur laut. Transportasi laut dari Surabaya menuju sejumlah wilayah NTT masih beroperasi meski gempa susulan terus terjadi.


PT Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan tidak ada pembatalan maupun penundaan pelayaran. Sebagian besar pelabuhan di NTT juga masih dapat melayani kapal secara normal.


“Untuk wilayah Maumere, memang ada kerusakan terminal penumpang, tapi dermaga masih tetap bisa disandari kapal,” kata Direktur Operasi dan Usaha PT DLU Rakhmatika Ardianto, Minggu (23/8/2026).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit