TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

CKG Ungkap Banyak Warga Alami Hipertensi dan Gula Darah, Andra Soni Dorong Pemeriksaan Rutin

Capaian Pemeriksaan Didorong Tembus 55 Persen

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 24 Agustus 2026 | 20:29 WIB
Andra Soni saat meninjau pelaksanaan CKG di Youth Center Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/8). (tangselpos.id/rmn)
Andra Soni saat meninjau pelaksanaan CKG di Youth Center Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/8). (tangselpos.id/rmn)

PAMULANG – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya pemerintah mendeteksi berbagai masalah kesehatan masyarakat sejak dini. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, hipertensi dan kadar gula darah tinggi menjadi sejumlah temuan yang cukup banyak ditemukan.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau pelaksanaan CKG di Youth Center Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/8).

 

Andra mengatakan, pelaksanaan CKG di Provinsi Banten terus menunjukkan capaian positif. Hingga akhir Agustus 2026, pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 47 persen atau setara dengan lebih dari 6 juta penduduk Banten.

 

Capaian tersebut telah melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah, yakni 46 persen dari total jumlah penduduk.

 

“Bersama dengan Pak Wali Kota Tangerang Selatan, kita melaksanakan cek kesehatan gratis. Ini salah satu program hasil cepatnya Pak Presiden, di mana Provinsi Banten ditargetkan 46 persen dari jumlah penduduk untuk melaksanakan cek kesehatan gratis,” ujar Andra.

 

Menurutnya, Kota Tangsel menjadi salah satu daerah dengan capaian CKG tertinggi di Provinsi Banten. Tangsel disebut telah melampaui target 46 persen dari jumlah penduduk.

 

“Alhamdulillah, Kota Tangerang Selatan menjadi yang tertinggi kedua di Provinsi Banten, daerah tingkat dua yang telah melampaui 46 persen dari total jumlah penduduk Tangerang Selatan,” katanya.

 

Dalam kunjungannya ke Youth Center Pamulang, Andra tampak berkeliling menyapa masyarakat yang sedang menjalani pemeriksaan. Ia juga berdialog dengan sejumlah warga untuk mengetahui pengalaman mereka mengikuti program CKG.

 

Andra didampingi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo, Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Tangsel.

 

Andra menyebut, dari hasil pemeriksaan CKG yang selama ini dilakukan, hipertensi dan gula darah tinggi menjadi temuan yang banyak dijumpai. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian karena dapat dikendalikan apabila diketahui dan ditangani sejak dini.

 

“Seperti yang sebelum-sebelumnya yang ditemukan, itu paling banyak adalah hipertensi dan gula darah,” ungkapnya.

 

Karena itu, Andra meminta jajaran Dinas Kesehatan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak takut memeriksakan kesehatan.

 

Ia menegaskan, tekanan darah tinggi maupun kadar gula darah yang tidak normal dapat dikendalikan melalui penanganan dan pola hidup yang tepat. Masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan juga dapat memperoleh tindak lanjut melalui fasilitas kesehatan.

 

“Darah tinggi, tekanan darah tinggi atau hipertensi dan kemudian gula darah ini bisa dikendalikan,” tegasnya.

 

Andra mengatakan, masyarakat yang dari hasil pemeriksaan diketahui memiliki gangguan kesehatan juga telah disiapkan obat sesuai kebutuhannya. Selanjutnya, warga dapat melakukan pemeriksaan secara berkala di puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.

 

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie juga turut memeriksakan kondisi kesehatannya. Benyamin menjalani pengecekan tekanan darah di sela-sela kegiatan.

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah Benyamin dalam kondisi baik. Momen tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk bagi para pejabat dan pemangku kepentingan.

 

Selain hipertensi dan gula darah, Andra juga menyampaikan perkembangan penanganan tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten. Hingga kini, penemuan kasus TBC telah mencapai sekitar 63 persen dari target yang ditetapkan. Kasus yang ditemukan selanjutnya mendapatkan pengobatan sesuai kondisi pasien, termasuk untuk kasus yang sensitif maupun resisten terhadap obat.

 

Menurut Andra, masih ada masyarakat yang merasa takut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Padahal, pemeriksaan justru menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal.

 

“Itu fakta ya, kita temukan. Karena kecenderungannya, saya sendiri juga dulu begitu, sebelum memeriksakan kesehatan. Tapi setelah kita memeriksakan, justru kita bisa lebih aware sama apa yang kita derita,” tuturnya.

 

Ia menilai program CKG merupakan terobosan penting karena mendorong perubahan pendekatan pelayanan kesehatan, dari yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengobatan menjadi semakin kuat pada upaya promotif dan preventif.

 

Melalui pemeriksaan gratis, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan melakukan pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

 

“Kualitas hidup manusia, kualitas hidup warga Banten akan semakin baik jika kualitas kesehatannya juga semakin baik,” katanya.

 

Untuk memperluas jangkauan pemeriksaan, Andra menargetkan capaian CKG di Banten terus meningkat hingga akhir tahun. Jika target pemerintah sebelumnya berada di angka 46 persen, Andra berharap cakupan pemeriksaan bisa mencapai 55 persen.

 

“Kita kan ditargetkan 46 persen, kita sih targetnya pengen 55 persen. Bukan pengen gagah-gagahan, tapi semakin banyak warga kita terdeteksi kondisi kesehatannya, maka upaya-upaya pencegahannya bisa kita lakukan,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit