Steril Gratis Kucing di Tangsel Diserbu Warga, Kuota Habis dalam Hitungan Menit
CIPUTAT – Program steril kucing gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan DKPPP masih menjadi layanan yang banyak diburu masyarakat. Tingginya antusiasme bahkan membuat kuota pendaftaran setiap bulan ludes dalam hitungan menit.
Kepala UPT Puskeswan DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, layanan steril gratis tersebut rata-rata melayani 10 hingga 15 ekor kucing setiap bulan. Sejak Januari 2026, jumlah kucing yang telah mengikuti program tersebut tercatat lebih dari 80 ekor.
“Dari setiap bulan itu rata-rata antara 10 sampai 15 ekor setiap bulan. Jadi dari Januari sekitar 80-an lebih kalau nggak salah,” ujar Pipit kepada Tangsel Pos, Kamis (27/8).
Pipit menjelaskan, pendaftaran steril gratis dibuka secara daring setiap awal bulan. Sementara pelaksanaan tindakan steril dilakukan secara bertahap setiap Kamis atau Jumat, dengan jumlah peserta yang dipanggil menyesuaikan kuota dan ketersediaan tenaga medis.
Untuk September, pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada 1 September. Masyarakat diminta bergerak cepat karena kuota biasanya langsung terpenuhi setelah tautan pendaftaran dibuka.
“Karena cepat, Mas. Itu kan bukanya online, jadi nggak sampai semenit itu sudah habis. Luar biasa antusiasnya, jadi mereka war, dulu-duluan,” katanya.
Tingginya peminat, menurut Pipit, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan steril hewan dengan biaya terjangkau masih sangat besar. Jika dilakukan secara mandiri di klinik hewan, biaya steril dapat bervariasi tergantung jenis kelamin, fasilitas klinik, maupun program subsidi yang tersedia.
Untuk tindakan steril reguler, biayanya dapat berkisar Rp300 ribu hingga Rp800 ribu. Sementara kegiatan bakti sosial atau program bersubsidi bisa menawarkan biaya yang lebih rendah.
Program steril gratis ini telah berjalan sejak 2018. Mekanisme pendaftarannya mengalami sejumlah perubahan dari waktu ke waktu, namun konsep pembukaan pendaftaran setiap bulan seperti yang diterapkan saat ini dinilai paling efektif.
Selain membantu mengendalikan populasi kucing, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam pengendalian rabies. Menurut Pipit, pengendalian rabies dilakukan melalui vaksinasi serta pengendalian populasi hewan penular rabies.
“Bebas rabies itu kan satu dengan vaksinasi, dua dengan penganjuran populasi,” jelasnya.
Sterilisasi juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan dan perilaku kucing. Setelah disteril, energi hewan tidak lagi banyak digunakan untuk mencari pasangan. Kucing juga cenderung lebih tenang dan berkurang perilaku berkelahinya.
Pada kucing jantan, sterilisasi juga dapat mengurangi kebiasaan spraying atau menandai wilayah dengan urine. Risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan aktivitas perkawinan juga dapat ditekan.
“Lebih sehat. Dalam artian karena dia, satu, dari segi nutrisinya dia tidak terbuang untuk mengejar-ngejar betina atau untuk kawin,” ungkap Pipit.
Selain manfaat terhadap individu hewan, pengendalian populasi juga berdampak pada kondisi lingkungan. Dengan jumlah kucing yang lebih terkendali dalam suatu wilayah, ketersediaan makanan dapat lebih mencukupi sehingga persaingan antarhewan berkurang.
Untuk mengikuti program steril gratis, kucing harus berusia minimal sembilan bulan dan dalam kondisi sehat. Layanan tersebut berlaku untuk kucing jantan maupun betina, khususnya kucing domestik atau kucing kampung.
Khusus kucing betina, Puskeswan merekomendasikan agar hewan setidaknya sudah pernah melahirkan. Pemeriksaan juga dilakukan sebelum tindakan. Kucing yang diketahui sedang sakit atau hamil tidak dapat menjalani sterilisasi dan kuotanya akan digantikan peserta lain.
“Jadi berapa yang mendaftar itu belum tentu terealisasi segitu. Kita ngejarnya kan jumlah kuota,” terangnya.
Di samping steril, UPT Puskeswan DKPPP Tangsel juga menyediakan layanan vaksinasi. Berbeda dengan steril yang memiliki jadwal dan kuota tertentu setiap bulan, vaksinasi dapat dilakukan setiap hari sehingga jumlah penerimanya lebih banyak.
Pipit menyebut tantangan utama layanan saat ini justru berasal dari tingginya antusiasme masyarakat yang belum sepenuhnya sebanding dengan jumlah tenaga medis yang tersedia. Dokter yang menangani tindakan operasi saat ini terbatas dan harus berbagi jadwal pelayanan.
“Antusias masyarakat sekarang tinggi, tapi kan kita SDM, dokter prakteknya yang operasi cuma dua orang. Kalau satu sakit, jadi itu pun ganti-ganti,” tuturnya.
Puskeswan, lanjut Pipit, berupaya mengatur kuota dan jadwal secara optimal agar pelayanan tetap berjalan dan kualitas tindakan medis tetap terjaga.
Masyarakat yang ingin mengikuti program steril gratis dapat melakukan pendaftaran melalui laman antrian-keswankesmavet.tangerangselatankota.go.id. Peserta wajib memiliki KTP Tangsel dan satu kartu keluarga (KK) hanya diperbolehkan mendaftarkan satu ekor kucing.
Setelah berhasil mendaftar, peserta diminta melakukan konfirmasi melalui WhatsApp di nomor 0821-2408-8853. Jadwal pelaksanaan steril akan diinformasikan melalui WhatsApp paling lambat tiga hari sebelum tindakan. Informasi layanan juga tersedia melalui Instagram @puskeswankotatangsel.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu








