Bupati Dewi Setiani Apresiasi Program Beasiswa Sibernet dan Yayasan Sabtu Mengajar
PANDEGLANG - Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan terus mendapat dukungan berbagai pihak. Sibernet bersama Yayasan Sabtu Mengajar memberikan beasiswa kepada 52 mahasiswa asal Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak melalui Program Pionir Desa.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani saat menghadiri Grand Opening Beasiswa Sibernet X Pionir Desa, yang merupakan kolaborasi Yayasan Sabtu Mengajar Pandeglang dengan Sibernet Foundation, di Hotel Horison Pandeglang, Sabtu (29/8/2026).
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media dalam membangun daerah, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang unggul dan memiliki kemampuan untuk turut mendorong kemajuan daerah.
"Ini contoh nyata kolaborasi yang bagus. Semoga program seperti ini terus hadir untuk membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas," kata Raden Dewi Setiani.
Ia menilai desa dapat menjadi laboratorium inovasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat. Karena itu, mahasiswa yang mengikuti Program Pionir Desa diharapkan tidak hanya mendapatkan manfaat pendidikan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah asalnya.
"Desa sebagai laboratorium inovasi. Untuk membangun desa, mereka harus memiliki kemampuan dan keahlian. Mahasiswa yang mengikuti program ini bisa ikut andil dalam pengembangan potensi yang ada di desanya," ujarnya.
Bupati berharap 52 mahasiswa penerima beasiswa tersebut dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Lima puluh dua mahasiswa ini bisa menebarkan kebaikan. Jadikan desa sebagai tempat belajar dan setelah lulus, para mahasiswa ini harus memberikan inovasi," pungkasnya.
Direktur Utama (Dirut) PT Sibertech Indonesia, Firman Saeful Bahri mengatakan, Program Pionir Desa merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk ikut membangun daerah melalui sektor pendidikan.
Menurutnya, program tersebut menyasar para siswa SMA/SMK yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala kemampuan ekonomi keluarga.
"Program ini sasarannya jelas, yaitu siswa yang duduk di bangku SMA yang memiliki keinginan kuliah, namun tidak mampu dalam pembiayaan," katanya.
Firman menjelaskan, dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas biaya pendidikan. Pihaknya juga memperhatikan kebutuhan penerima manfaat selama menjalani perkuliahan.
"Siswa yang mendapatkan program ini bukan saja perkuliahannya yang gratis, tetapi juga kebutuhan hidupnya kami tanggung sampai perkuliahannya selesai," ungkapnya.
Ia menambahkan, sejumlah perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dalam program tersebut, di antaranya IPB, sejumlah universitas di Malang, serta perguruan tinggi di Provinsi Banten.
Salah seorang penerima manfaat Program Pionir Desa, Fahriz, mengaku senang dan bangga dapat menjadi bagian dari program beasiswa tersebut.
Fahriz yang merupakan siswa SMKN 1 Pandeglang mengatakan, banyak teman sebayanya memilih langsung bekerja setelah lulus sekolah. Namun, dirinya memilih melanjutkan pendidikan karena ingin terus memperoleh ilmu dan pengetahuan.
"Saya sekolah di SMKN 1 Pandeglang. Kebanyakan teman saya memilih langsung kerja, tetapi saya lebih memilih beasiswa ini agar bisa terus mendapatkan ilmu dan pengetahuan," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Olivia, salah satu penerima manfaat dari SMA Ciomas. Ia mengaku bersyukur kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Pionir Desa.
Olivia sebelumnya pernah memperoleh beasiswa dari MNC University. Namun, karena jurusan yang ditawarkan tidak sesuai dengan minat dan rencana pendidikannya, ia memutuskan untuk melepaskan kesempatan tersebut dan memberikan kesempatan itu kepada temannya.
"Saya harus rela melepaskan kesempatan itu dan memberikannya kepada teman saya. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan lagi kepada saya untuk mendapatkan beasiswa dari Program Pionir Desa. Saya yakin sukses itu membutuhkan perjuangan," tandasnya.(*)
CAPTION//
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 11 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 12 jam yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu



