TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Harga Beras Terus Naik, DPR Desak Bulog Buka Stok

Firman Soebagyo: Jangan Biarkan Beras Menumpuk di Gudang

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 04 September 2026 | 08:38 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Harga beras terus mengalami kenaikan sejak awal 2026. Kondisi ini menjadi sorotan karena kenaikan berlangsung selama delapan bulan berturut-turut, meski produksi nasional sempat melimpah saat panen raya.


Data BPS per 1 September 2026 menunjukkan, harga beras dari Juli ke Agustus naik di seluruh rantai perdagangan. Harga di tingkat penggilingan meningkat 1,32 persen, grosir 0,80 persen, dan eceran 0,42 persen.


Kenaikan tersebut dinilai janggal karena stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton, atau rekor tertinggi.


Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai persoalan harga beras salah satunya terjadi karena stok Bulog belum dimanfaatkan secara optimal.
“Beras yang ada di Bulog belum bisa dimaksimalkan sebaik mungkin, sehingga yang beredar hanya beras premium,” kata Firman.


Menurutnya, stok yang melimpah tidak akan banyak berarti jika tidak segera disalurkan. Sementara itu, permintaan masyarakat terus meningkat dan pasokan di pasar terbatas.


Firman juga menyoroti prosedur distribusi beras Bulog yang dinilai terlalu panjang. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Pangan Nasional, proses pengeluaran beras dari gudang dapat memakan waktu lebih dari dua bulan.


Karena itu, dia meminta Pemerintah segera mempercepat distribusi stok Bulog ke masyarakat agar harga beras kembali stabil.


“Segera keluarkan stok beras yang ada di gudang Bulog dan distribusikan kepada masyarakat. Insya Allah, harganya akan stabil,” ujarnya.


Firman mengingatkan, jika stok Pemerintah tidak segera dikeluarkan, kondisi tersebut justru dapat menguntungkan pelaku usaha besar yang masih menguasai sebagian besar rantai pasok beras.


Untuk jangka panjang, Firman mendorong revisi Undang-Undang Pangan serta penguatan kembali peran Bulog sebagai lembaga yang mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.


“Pemerintah juga harus menyederhanakan prosedur pendistribusian beras agar tidak berbelit-belit,” tegasnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit