Wapres Gibran Tinjau SMAN 1 Barus, Bantu Pulihkan Fasilitas Belajar Pascabencana
TAPANULI TENGAH — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau kondisi SMAN 1 Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja Wapres untuk memastikan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Utara berjalan optimal.
Gibran bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 05.45 WIB. Setibanya di Tapanuli Tengah, Wapres disambut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Dari Tapanuli Tengah, Gibran melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Barus menggunakan helikopter TNI AU. Setelah menempuh penerbangan sekitar 20 menit menyusuri garis pantai Tapanuli Tengah, helikopter yang membawa Wapres mendarat di Lapangan Sepak Bola Barus.
Kedatangan Gibran langsung disambut antusias warga. Masyarakat yang telah menunggu sejak pagi berdesakan untuk bersalaman dan berfoto bersama Wapres.
Usai menyapa warga, Gibran bergerak menuju SMAN 1 Barus. Sekolah tersebut merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir besar pada November 2025.
Banjir terjadi setelah luapan Sungai Aek Sirahar yang berada sekitar 250 meter di belakang sekolah merendam hampir seluruh kawasan sekolah. Ketinggian air saat itu mencapai sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Derasnya arus membuat berbagai fasilitas pendidikan rusak dan sebagian terbawa banjir. Buku, komputer, meja, kursi hingga sejumlah peralatan sekolah terendam air dan lumpur.
Kondisi tersebut sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Hingga kini, sejumlah fasilitas sekolah masih membutuhkan perbaikan dan penambahan.
Saat berada di sekolah, Gibran meninjau sejumlah ruang kelas dan fasilitas yang terdampak. Wapres juga masuk ke salah satu kelas dan menyapa para siswa yang sedang belajar.
“Sedang belajar apa?” tanya Gibran kepada para siswa.
Setelah berbincang singkat, Gibran meminta para siswa tetap semangat belajar.
“Lanjutkan belajarnya,” ujar Gibran.
Gibran kemudian melihat langsung sejumlah kerusakan pada bangunan sekolah, termasuk plafon yang ambrol akibat dampak banjir.
Ia meminta kerusakan tersebut segera diperbaiki. Selain bangunan, Gibran juga menekankan pentingnya pemenuhan buku paket serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Wapres mengapresiasi para guru dan siswa yang tetap menjalankan kegiatan belajar meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.
Menurut Gibran, keberlanjutan pendidikan harus menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan pascabencana.
“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Gibran.
Fasilitas Sekolah Banyak Rusak
Salah seorang guru kelas XII SMAN 1 Barus, Widiawati, menceritakan kondisi sekolah ketika banjir menerjang.
Menurutnya, air mulai memasuki kawasan sekolah sekitar pukul 15.00 WIB. Debit air kemudian terus meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.
“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.
Ia mengatakan hampir seluruh fasilitas sekolah terdampak. Sejumlah kursi siswa bahkan hanyut terbawa arus. Sementara buku, komputer dan laptop terendam air serta lumpur.
“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” tuturnya.
Keterbatasan sarana tersebut masih dirasakan siswa hingga saat ini, terutama untuk kegiatan praktik.
Siswa kelas XII SMAN 1 Barus, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu melengkapi kembali fasilitas yang rusak akibat banjir.
“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakurikular kami juga difasilitasi,” harap Febby.
Wapres Serahkan Bantuan
Menanggapi kebutuhan tersebut, Gibran langsung memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Barus.
Bantuan yang diserahkan antara lain laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu serta berbagai perlengkapan penunjang pendidikan lainnya.
Gibran juga meminta pejabat terkait segera berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan fasilitas sekolah yang masih kurang.
Ia menegaskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan terus bekerja sama mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Kunjungan ke SMAN 1 Barus merupakan bagian dari rangkaian agenda Gibran memantau perkembangan pemulihan pascabencana di Sumatera Utara.
Selain Tapanuli Tengah, Wapres dijadwalkan meninjau proses pemulihan di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga memastikan sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak akibat bencana menjadi perhatian dalam proses rehabilitasi.
Pemulihan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula, tetapi juga membangun fasilitas yang lebih kuat dan tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Selain infrastruktur publik, penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak juga menjadi perhatian. Wapres dijadwalkan meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) serta memastikan ketersediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah.
Pemerintah juga akan menyerap aspirasi masyarakat terdampak untuk mengidentifikasi kebutuhan yang masih belum terpenuhi selama masa transisi pascabencana.
Bagi pemerintah, pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali bangunan yang rusak. Lebih dari itu, proses tersebut harus memastikan masyarakat dapat kembali hidup aman, produktif dan mandiri.
Termasuk memastikan anak-anak dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan layak, sehingga proses pendidikan tidak terhenti akibat bencana.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



