TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Antisipasi Paparan Debu Abu Vulkanik GAK, Budi Rustandi Bagikan Masker

Reporter & Editor : Ari Supriadi
Senin, 07 September 2026 | 12:33 WIB
Wali Kota Serang, Budi Rustandi membagikan ratusan masker kepada pengendara yang melintas di perempatan Ciceri, Senin (7/9/2026) pagi.(Istimewa)
Wali Kota Serang, Budi Rustandi membagikan ratusan masker kepada pengendara yang melintas di perempatan Ciceri, Senin (7/9/2026) pagi.(Istimewa)

SERANG - Wali Kota Serang, Budi Rustandi membagikan ratusan masker kepada pengendara yang melintas di perempatan Ciceri, Senin (7/9/2026) pagi.

 

Kegiatan tersebut bagian dari salah satu respons erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan adanya sebaran abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah daerah termasuk Kota Serang.

 

Budi Rustandi mengimbau, masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi dampak paparan debu vulkanik. Apalagi sejak erupsi meningkat dalam beberapa hari terakhir, ketersediaan masker di sejumlah tempat penjualan mulai kosong.

 

“Bagi-bagi masker ke masyarakat karena hari ini kita tahu hampir seluruh apotek habis masker,” ujar Budi Rustandi.

 

Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya melakukan mitigasi terhadap risiko erupsi GAK yang hingga hari ini masih berlangsung.

 

“Kita membantu masyarakat untuk selalu pakai masker sekarang ketika ada erupsi dari Gunung Krakatau,” katanya.

 

Budi juga meminta seluruh masyarakat tidak mengabaikan perlindungan diri. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah untuk memperkecil risiko debu vulkanik terhirup dan masuk ke paru-paru.

 

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap pakai masker,” tegasnya.

 

Selain membagikan masker, Pemkot Serang mengambil langkah terhadap kegiatan belajar mengajar dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu hari untuk satuan pendidikan tingkat PAUD, SD, dan SMP.

 

Budi mengatakan kebijakan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko kesehatan akibat paparan debu vulkanik.

 

“Sekolah hari ini belajar lewat daring. Semoga  upaya Pemerintah Kota Serang untuk memperkecil risiko penyakit dari debu yang masuk ke paru-paru,” jelasnya.

 

Namun, kebijakan PJJ belum dipastikan akan diperpanjang. Budi masih menunggu perkembangan kondisi erupsi berdasarkan informasi dari BMKG sebelum menentukan langkah berikutnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit