TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pasca Erupsi GAK Dua Hari Terakhir, Kualitas Udara di Kota Serang Mulai Membaik

Reporter: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Senin, 07 September 2026 | 18:29 WIB
Kaca mobil bagian depan terkena paparan debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. DLH Serang menyatakan kualitas udara menunjukkan perbaikan pasca erupsi GAK.(Ari Supriadi-tangselpos.id)
Kaca mobil bagian depan terkena paparan debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. DLH Serang menyatakan kualitas udara menunjukkan perbaikan pasca erupsi GAK.(Ari Supriadi-tangselpos.id)

SERANG  - Kualitas udara di Kota Serang mulai menunjukkan perbaikan setelah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak dua hari terakhir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farah Richi menyebut parameter PM2.5 kini berada di angka 66, turun dari sebelumnya 89.

 

Meski mengalami penurunan, Farah menegaskan kondisi tersebut belum bisa disebut sepenuhnya aman. Menurutnya, partikel abu vulkanik masih ada, sementara pergerakannya sangat dipengaruhi arah angin. “Indikator parameter PM2.5 itu sekarang 66, turun dari sebelumnya 89,” ucap Farah, di Puspemkot Serang, Senin (7/9/2026).

 

Dikatakannya, DLH juga mencermati arah angin berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dari hasil pemantauan, sebaran abu vulkanik bergerak menuju Samudra Hindia dan tidak mengarah ke Pulau Jawa. “Sebagaimana yang dirilis oleh BMKG, sebaran abu vulkanik ini pengaruhnya ke Samudra Hindia, tidak ke Pulau Jawa,” katanya.

 

Kondisi atmosfer di Kota Serang turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.  Farah menyebut, tekanan udara berada di angka 1.010 milibar, kelembapan 60 persen, dengan arah angin menuju barat daya.

 

Dengan kondisi tersebut, kualitas udara di wilayah Kota Serang dan Banten menunjukkan perbaikan. Namun, potensi perubahan tetap ada jika arah angin berubah. “Kondisinya dengan tekanan udara 1.010 milibar, jadi dengan kelembapan 60 persen dan arah angin yang ke barat daya, sehingga sebaran abu vulkanik yang ada melewati Kota Serang ini, khususnya pada Provinsi Banten, terjadi perbaikan-perbaikan. Yang tadi 89 jadi 66,” jelas Farah.

 

Ia menilai, kondisi udara saat ini memang membaik, tetapi belum berarti partikel abu telah sepenuhnya hilang. “Membaik. Kalau aman, partikel masih ada, tapi membaik, ya,” ujarnya.

 

Karena itu, potensi sebaran abu vulkanik masih bergantung pada dinamika arah angin. DLH berharap material abu tidak kembali menyebar ke wilayah yang lebih luas. “Tergantung dari arah angin. Kita berharap mudah-mudahan dampak dari abu vulkanik ini tidak menyebar,” katanya.

 

Sebelumnya, citra sebaran abu vulkanik BMKG pada 7 September 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan material abu terpantau pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki. Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena arah angin dapat menentukan wilayah yang berpotensi dilalui sebaran abu. Pemantauan kualitas udara di Kota Serang pun terus menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Di tengah kondisi yang mulai membaik, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

 

Farah mengimbau warga menggunakan masker apabila harus keluar rumah atau melakukan aktivitas di luar ruangan. “Betul. Diimbau tetap memakai masker apabila keluar dari rumah dan apabila ada aktivitas di luar itu menggunakan masker,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit