Cegah Dampak Abu Vulkanik, Kecamatan Pamulang Bagikan Ratusan Masker ke Warga
PAMULANG – Fenomena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Tangerang Selatan. Sebagai langkah pencegahan, Kecamatan Pamulang rcoba sempurnakan leadnya.atusan masker dibagikan kepada warga dan pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Tangerang Selatan. Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, Kecamatan Pamulang membagikan ratusan masker kepada warga dan pengendara yang melintas tanpa pelindung pernapasan di Jalan Siliwangi, dekat Alun-alun Pamulang, Senin (7/9) pagi.
Pembagian masker dilakukan Camat Pamulang Mamat bersama unsur Kepolisian, TNI, serta Puskesmas Pamulang. Kegiatan tersebut menyasar warga maupun pengendara yang beraktivitas di jalan dan belum menggunakan pelindung pernapasan.
Mamat mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah di tingkat kecamatan menyusul adanya abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Tangerang Selatan. Ratusan masker dibagikan sejak sekitar pukul 07.30 WIB.
“Kami bersama Kapolsek, Danramil, dan Puskesmas Pamulang berinisiatif turun langsung membagikan masker kepada warga, khususnya pengendara yang melintas tanpa menggunakan masker. Jadi ketika kami melihat ada warga yang tidak menggunakan masker, langsung kami berikan sebagai bentuk imbauan sekaligus upaya perlindungan,” ujarnya kepada Tangsel Pos, Senin (7/9).
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya sebatas mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, tetapi juga menjadi aksi nyata pemerintah untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Pembagian masker ini bukan sekadar imbauan, tetapi juga menjadi langkah pencegahan. Kami ingin masyarakat tetap bisa beraktivitas, tetapi di sisi lain juga terlindungi dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sejak Minggu (6/9) mulai terjadi,” katanya.
Mamat menuturkan, abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan penggunaan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi ini. Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah, kami imbau menggunakan masker sebagai perlindungan, sehingga abu yang ada di udara tidak langsung terhirup. Ini merupakan langkah sederhana, tetapi penting untuk menjaga kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Dia menambahkan, Kecamatan Pamulang bersama unsur kepolisian, TNI, dan Puskesmas akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila kondisi sebaran abu vulkanik masih terjadi, langkah-langkah pencegahan akan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap aman dan dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Prinsipnya, kami ingin masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana masyarakat bisa terlindungi dan tidak terdampak dari sisi kesehatan,” pungkasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 10 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 20 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu






