TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Boccia Indonesia Ukir Sejarah, Sabet 3 Emas di Kejuaraan Dunia Seoul

Reporter & Editor : AY
Selasa, 08 September 2026 | 06:19 WIB
Tim Boccia di Kejuaraan Dunia Seoul, Korsel. (Foto : Dok. Kemenpora)
Tim Boccia di Kejuaraan Dunia Seoul, Korsel. (Foto : Dok. Kemenpora)

SEOUL - Tim boccia Indonesia mengukir prestasi membanggakan pada debutnya di World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan. Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali emas dan satu perak dari kejuaraan dunia yang berlangsung pada 24 Agustus hingga 4 September 2026.


Torehan tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan perolehan medali emas terbanyak dalam kejuaraan tersebut. Thailand berada di posisi berikutnya dengan dua emas dan dua perak, sementara Hong Kong mengoleksi satu emas, dua perak, dan dua perunggu.


Tiga medali emas Indonesia masing-masing dipersembahkan Handayani dari nomor BC1 putri, Muhammad Afrizal Syafa di nomor BC1 putra, serta tim mixed BC1/BC2 yang diperkuat Afrizal, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana.
Sementara itu, Felix Ardi Yudha turut menyumbangkan medali perak melalui nomor BC2 putra.


Pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengatakan pencapaian tersebut sesuai dengan proyeksi yang telah disusun tim pelatih sebelum kejuaraan.


“Raihan medali di setiap kelas sebenarnya sudah kita prediksi, termasuk juga dengan lawan-lawannya. Kita bisa pegang di kelas BC1 putra dan putri, serta BC2 putra di kategori tim. Ini hasil yang sesuai prediksi,” kata Islah, Minggu (6/9/2026).


Kesuksesan di Seoul sekaligus menjadi modal berharga bagi tim boccia Indonesia dalam menatap target berikutnya, terutama menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Poin yang diperoleh dari kejuaraan dunia tersebut memiliki peran penting dalam pemeringkatan menuju pesta olahraga multievent terbesar bagi atlet disabilitas tersebut.


Islah mengatakan tim juga memberikan perhatian khusus terhadap nomor BC1 putri. Sebelumnya, Indonesia belum berhasil meloloskan wakilnya di nomor tersebut ke Paralimpiade Paris 2024.


“Kita cukup fokus di BC1 putri karena kemarin belum lolos ke Paralimpiade Paris 2024. Tahun ini kita kejar dari ajang World Cup, berhasil podium terus dan akhirnya kemarin bisa mempertahankan prestasinya,” ujarnya.


Setelah sukses di Seoul, tim boccia Indonesia langsung mengalihkan fokus ke Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026.


Dengan waktu persiapan sekitar satu bulan, tim akan memaksimalkan evaluasi sekaligus mematangkan persiapan sebelum tampil di ajang tersebut.


Peraih emas BC1 putri, Handayani, mengaku masih memiliki sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi.
“Kalau evaluasi dari saya harus matengin lagi bola pertama sama bola jauh. Targetnya, Bismillah bisa podium tertinggi, minimal sampai final,” ungkap Handayani.


Sementara itu, Felix Ardi Yudha menilai aspek mental dan kecepatan dalam mengambil keputusan menjadi bagian yang perlu ditingkatkan sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.


“Kalau saya pribadi evaluasinya lebih ke mentalitas, dan juga cara berpikir yang dituntut untuk lebih cepat dalam mengambil keputusan yang bijak dan eksekusinya lebih matang lagi,” ujarnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit