Minimalisir Dampak Sebaran Abu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol
SERPONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan protokol untuk meminimalisir dampak sebaran abu vulkanik yang berterbangan. Penyemprotan dilakukan pada Selasa (8/9) dini hari, mulai pukul 01.00 WIB.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Pilar turun ke lapangan bersama sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait untuk memastikan proses penyemprotan berjalan di sejumlah koridor jalan yang menjadi sasaran.
Tak sekadar memantau, Pilar juga ikut melakukan penyemprotan secara langsung dari atas mobil pemadam kebakaran (damkar). Selang bertekanan digunakan untuk membasahi badan jalan yang terdapat endapan abu vulkanik.
Pilar mengatakan, penyemprotan merupakan salah satu langkah Pemkot Tangsel dalam merespons kondisi lingkungan akibat sebaran abu vulkanik. Sebelumnya, Pemkot Tangsel telah melakukan rapat evaluasi bersama sejumlah dinas terkait untuk menentukan langkah penanganan.
“Kita bagi beberapa wilayah, kebetulan malam ini ada tiga koridor yang kita lakukan penyiraman untuk melakukan dust suppression atau menahan debu yang ada di jalan raya, terutama jalan-jalan protokoler,” ujar Pilar.

Menurutnya, penyemprotan dilakukan pada malam hingga dini hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Dengan begitu, endapan abu yang berada di badan jalan dapat ditekan sebelum ruas jalan kembali ramai digunakan warga pada pagi hari.
“Tadi kita lihat juga memang dari atas begitu disiram lumayan tuh debunya naik. Memang kita lakukan arahan pawali kota dilakukan di malam hari, jam 1 tadi supaya juga menghindari kemacetan dan juga mungkin aktivitas warga masyarakat kalau di siang hari,” jelasnya.
Penyemprotan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK). Kegiatan tersebut juga didukung Polres Tangerang Selatan, Kodim 0506 Tangerang dan pihak pengembang.
Adapun tiga koridor yang menjadi sasaran penyemprotan yakni Terminal BSD-Jalan Ciater Raya-Bundaran Maruga-Jalan Ciater Raya-Terminal BSD. Kemudian, Pamulang Square-Sasak dan sebaliknya.

Sementara di kawasan BSD, penyemprotan dilakukan pada ruas Stasiun Rawa Buntu-Melati Mas dan sebaliknya.
Pilar menyebut penyemprotan jalan tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Pemkot Tangsel akan melihat kondisi di lapangan dan melakukan penyemprotan secara bertahap di sejumlah koridor lainnya.
“Ya kami berharap tiap hari ke depan ya kita lihat, kita review beberapa koridor jalan kan banyak sekali koridor jalan di Tangerang Selatan ya kita lakukan secara bertahap tim terus kita bagi ya untuk lakukan penyemprotan seperti itu,” katanya.
Dia menjelaskan, metode penyiraman atau dust suppression tersebut lazim digunakan untuk mengendalikan debu, termasuk pada area proyek dan pertambangan. Dalam kondisi saat ini, metode itu diterapkan untuk mengurangi abu vulkanik yang menumpuk di badan jalan agar tidak mudah kembali beterbangan.
“Mudah-mudahan pagi masyarakat menggunakan jalan ya mereka juga bisa cukup tenang dan nyaman ya karena beberapa hari ini mungkin ada tumpukan-tumpukan debu seperti itu dari abu vulkanik ya kita redam dengan penyemprotan atau dust suppression ini,” pungkasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 19 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu






