Empat Hari Menunggu di Soetta, Penumpang Asal Lampung Bertahan Tidur di Terminal
TANGERANG — Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik membuat sejumlah calon penumpang harus menghadapi ketidakpastian selama berhari-hari. Sebagian bahkan memilih bertahan di area terminal karena tidak memiliki tempat lain untuk singgah.
Salah satunya Mariyati (50), penumpang asal Lampung yang bersama anak dan cucunya hendak melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan melalui Jakarta.
Rombongan keluarga tersebut tiba di Terminal 1B Bandara Soetta pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, rencana perjalanan mereka terhenti setelah penerbangan terdampak penutupan operasional bandara akibat abu vulkanik.
Hingga Selasa (8/9/2026), Mariyati masih berada di terminal dan menunggu kepastian keberangkatan. Selama berada di bandara, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan beristirahat di area terminal.
Situasi itu membuat Mariyati diliputi rasa bosan dan cemas. Ia khawatir jadwal penerbangan kembali berubah sehingga waktu tunggu mereka semakin panjang.
Daripada mengeluarkan biaya tambahan untuk menginap di hotel, Mariyati memilih tidur di dalam terminal. Selain untuk menghemat pengeluaran, ia juga mengaku tidak terlalu mengenal kawasan di sekitar bandara.
Persoalan lain muncul ketika keluarga tersebut kesulitan mendapatkan makanan dengan harga terjangkau. Pilihan makanan berat, terutama nasi, dinilai terbatas, sementara harga makanan di dalam kawasan bandara cukup tinggi.
Saat anaknya kesulitan mencari makanan untuk makan siang, seorang anggota kepolisian yang bertugas di bandara kemudian membantu. Polisi tersebut mengajak dan mengantar anak Mariyati keluar dari kawasan bandara untuk mencari makanan dengan harga yang lebih murah.
Setelah hampir empat hari menunggu, harapan untuk melanjutkan perjalanan akhirnya muncul setelah operasional Bandara Soetta kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026).
Mariyati dijadwalkan berangkat pada pukul 13.00 WIB. Ia berharap kondisi udara di sekitar bandara telah kembali aman dan bersih dari abu vulkanik sehingga penerbangannya kali ini tidak kembali mengalami penundaan.
"Semoga kali ini bisa berangkat dan tidak tertunda lagi," ujar Mariyati.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






