TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Menengok Kondisi Kendaraan yang Mulai Usang, Benyamin Dorong Peremajaan Armada Damkar

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 08 September 2026 | 15:29 WIB
Foto : Rahman TP
Foto : Rahman TP

SERPONG UTARA – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meninjau langsung kondisi armada dan sarana prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangsel, Selasa (8/9).

 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan tugas pemadaman maupun penyelamatan. Dari hasil inspeksi, sejumlah armada membutuhkan perbaikan dan peremajaan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

 

Benyamin mengatakan, dari 16 unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki saat ini, terdapat beberapa armada yang memang membutuhkan penanganan dengan tingkat kerusakan yang beragam.

 

“Terdiri dari rusak sedang dan rusak berat, ada yang rusak ringan juga,” ujar Benyamin kepada Tangsel Pos, Selasa (8/9).

 

Atas kondisi tersebut, Benyamin meminta Dinas Damkar dan Penyelamatan menyusun laporan secara menyeluruh mengenai kebutuhan armada, termasuk juga alat pelindung diri (APD), serta sarana pendukung lainnya. Langkah tersebut menjadi dasar untuk menentukan prioritas pembenahan dan pengadaan ke depan.

 

Menurutnya, peremajaan armada perlu dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Armada yang masih memungkinkan diperbaiki akan direkondisi, sedangkan kendaraan yang sudah tidak layak akan diusulkan untuk pengadaan baru.

 

“Mulai tahun depan. Saya enggak tahu kebutuhannya berapa miliar. Nanti kalau anggarannya tersedia, mudah-mudahan satu tahun anggaran murni dan perubahan itu bisa kita penuhi,” katanya.

 

Namun, apabila kebutuhan belum dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran, Benyamin membuka opsi pemenuhan secara bertahap hingga 2029. Terlebih, sejumlah armada yang digunakan saat ini sudah berusia cukup tua.

 

“Kalau tidak, kita bagi sampai dengan tahun 2029. Dibagi secara bertahap saja. Karena mobil yang terlama itu pengadaan tahun 2012,” ungkapnya.

 

Benyamin menilai kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan Damkar Tangsel. Menurutnya, kendaraan pemadam memiliki peran penting karena tugas petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai operasi penyelamatan.

 

“Jadi karena bukan saja pemadaman kebakaran tapi penyelamatan. Justru penyelamatan ini, kegiatan penyelamatan itu lebih banyak daripada kegiatan pemadaman kebakaran,” jelasnya.

 

Selain armada, Benyamin turut menaruh perhatian terhadap kelengkapan perlindungan bagi petugas. Saat ini, Damkar Tangsel memiliki 30 set APD berupa pakaian tahan panas. Ia meminta kebutuhan tersebut dihitung secara menyeluruh dan diusulkan sesuai standar yang dibutuhkan.

 

Benyamin juga mendorong pengadaan pakaian tahan api yang dapat digunakan petugas ketika harus masuk ke lokasi kebakaran untuk melakukan penyelamatan dalam kondisi yang mengancam jiwa.

 

“Saya usulkan untuk paling tidak ada 3-4 set kita beli,” katanya.

 

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas personel juga menjadi bagian penting dalam pembenahan Damkar. Karena itu, dirinya meminta adanya pelatihan, termasuk penguatan sikap dan disiplin anggota.

 

Dalam peninjauan tersebut, Benyamin turut meminta dukungan Koramil Serpong Utara untuk membantu peningkatan kedisiplinan dan pembentukan sikap personel Damkar.

Selain kebutuhan armada dan APD, Benyamin juga menyoroti kebutuhan serum anti-bisa ular yang sangat dibutuhkan ketika tugas penyelematan dilakukan. 

 

“Jadi serum anti-bisa ular itu adanya di rumah sakit di Kabupaten Tangerang. Diusulkan untuk pengadaan serum. Saya bilang masukkan saja itu dalam usulan dari Damkar,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, peninjauan langsung yang dilakukan Benyamin menjadi momentum untuk menyusun kebutuhan Damkar secara lebih konkret.

 

Pria yang akrab disapa Adam tersebu menuturkan, seluruh unit dari tujuh sektor dikumpulkan untuk mengikuti inspeksi. Kondisi kendaraan diperiksa satu per satu, termasuk tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganannya.

 

“Alhamdulillah beliau mengapresiasi, kemudian beliau juga men-support ke Damkar ini untuk segera mengusulkan secara real berapa sungguhnya dari kondisi yang ada ini kalau sampai tahun 2029 itu Damkar itu bisa fight, bisa ready semuanya,” ujar Adam.

 

Ia mengatakan, pembenahan nantinya tidak semata-mata dilakukan dengan membeli armada baru. Kendaraan lama yang masih memiliki nilai dan memungkinkan untuk diperbaiki akan direkondisi sehingga dapat kembali digunakan secara optimal.

 

“Yang satu mungkin penambahan baru, yang kedua juga mobil yang ada yang jelek-jelek ini kita akan perbaiki maksimal, kita supaya seperti baru lagi, jadi Pak Wali seperti itu pengennya,” katanya.

 

Adam menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 122 Tahun 2018 tentang standardisasi sarana dan prasarana pemadam kebakaran, setiap posko idealnya memiliki minimal dua unit armada yang siap digunakan, sementara markas komando (mako) memiliki empat unit.

 

Dengan tujuh posko dan satu mako yang dimiliki Tangsel, kebutuhan berdasarkan hitungan tersebut mencapai 18 unit armada yang siap operasional.

 

Meski demikian, kebutuhan tersebut akan dihitung kembali berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Armada yang sudah tidak dapat diperbaiki akan menjadi prioritas untuk pengadaan baru, sementara kendaraan yang masih memungkinkan akan direkondisi.

 

“Artinya kalau tidak bisa dipenuhi seluruhnya, paling tidak kita menambah armada baru yang sudah memang tidak bisa diperbaiki, lalu merekondisi armada yang lama agar menjadi baru,” jelasnya.

 

Untuk kebutuhan yang paling mendesak, Adam menyebut unit pancar dan tangki menjadi salah satu prioritas. Saat ini, sebagian armada hanya mampu menyemprotkan air, tetapi belum dilengkapi kemampuan untuk menyedot sumber air secara langsung.

 

Ke depan, Damkar Tangsel akan mengusulkan armada yang memiliki kemampuan menyedot sekaligus menyemprotkan air. Kebutuhan mobil tangki suplai air juga menjadi perhatian karena jumlahnya masih terbatas.

 

Sementara untuk APD, kebutuhan minimal diperkirakan mencapai sekitar 60 set. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tujuh posko dan personel yang bertugas, sementara saat ini baru tersedia 30 set pakaian tahan panas.

 

Foto : Ist

 

“Sekarang ada 30, sedangkan minimal tahan panas itu kan minimal per posko itu ada enam set baju. Ditambah dengan danru. Jadi kurang lebih harusnya ada minimal 60-an,” ungkap Adam.

 

Ia menambahkan, pihaknya kini tengah menyusun rincian kebutuhan armada, APD, alat perlindungan keselamatan (APK), serta sarana prasarana lainnya. Usulan tersebut nantinya akan disusun berdasarkan kebutuhan maksimal agar pembenahan Damkar dapat dilakukan secara terarah.

 

“Pak Wali tadi minimal target saya 2027 ini ada peningkatan pengadaan. Jadi tolong sampai 2029 harus sudah selesai itu yang unit baru semua, maksudnya dalam kondisi yang fit semua,” pungkasnya.

 

Saat ini, Damkar Tangsel memiliki 23 kendaraan operasional. Rinciannya terdiri dari 16 unit mobil pemadam dan tujuh kendaraan pendukung, seperti mobil rescue, mobil komando, mobil peralatan, ambulans hingga sepeda motor untuk operasi penyelamatan.

 

Dari 16 mobil pemadam tersebut, 10 unit di antaranya mulai mengalami penurunan kondisi dengan tingkat kerusakan yang beragam. Sementara enam unit lainnya masih dalam kondisi prima.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit