TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kobaran Api Mengamuk di Lahan 5.000 Meter di Pisangan, Damkar Tangsel Berjibaku Lebih dari 24 Jam

Kepulan Asap Kini Masih Terlihat

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 04 September 2026 | 19:22 WIB
Kondisi terkini kebakaran di hamparan lahan kosong di wilayah Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. (tangselpos.id/rmn)
Kondisi terkini kebakaran di hamparan lahan kosong di wilayah Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. (tangselpos.id/rmn)

CIPUTAT TIMUR – Kobaran api mengamuk di hamparan lahan kosong di wilayah Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Kebakaran yang melanda area sekitar 5.000 meter persegi tersebut sulit dipadamkan karena bara api masih tersimpan di bawah tumpukan sampah dan puing.

 

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel bahkan harus berjibaku lebih dari 24 jam untuk menangani kebakaran tersebut. Proses pemadaman dimulai sejak Kamis (3/9) sekitar pukul 11.00 WIB dan masih berlanjut hingga Jumat (4/9).

 

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan, api di permukaan lahan telah berhasil dipadamkan sejak Jumat sore. Namun, kepulan asap masih terlihat karena bara masih ditemukan di bagian bawah tumpukan material yang terbakar.

 

“Untuk saat ini api sudah padam sejak sore. Akan tetapi kepulan asap masih terlihat. Karena di atas permukaan api sudah padam, tetapi di bawahnya masih ada rembetan bara. Ketika diangkat menggunakan alat berat, ternyata masih banyak ditemukan bara,” ujarnya.

 

Menurut Omay, kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dilakukan dengan menyemprotkan air. Tumpukan sampah dan puing harus diurai menggunakan alat berat agar bara yang berada di bagian dalam dapat dikeluarkan dan dipadamkan.

 

“Kalau hanya disemprot saja tanpa diurai, itu tidak ada efeknya sama sekali. Di permukaan api memang padam, tetapi di bawahnya dalam waktu sekitar satu jam bisa menyala lagi. Karena itu sampai saat ini kami masih melakukan pemadaman sekaligus penguraian,” jelasnya.

 

Untuk membantu proses tersebut, DLH Tangsel mengerahkan alat berat yang mulai melakukan penguraian tumpukan sampah sejak sekitar pukul 03.30 WIB Jumat. Langkah ini dilakukan untuk membuka bagian dalam tumpukan yang masih menyimpan bara.

 

“Kalau sampah harus seperti itu, harus diurai. Karena kalau hanya disemprot, api di permukaan memang padam, tetapi di bawahnya masih menyimpan bara,” katanya.

 

Kondisi lahan yang kering juga membuat api cepat menjalar. Berdasarkan keterangan masyarakat, titik api muncul secara tiba-tiba sebelum kemudian meluas dengan cepat. Hingga kini, petugas masih belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

 

“Dugaannya sampai saat ini masih belum ketemu, apakah ada yang membuang puntung rokok atau ada yang membakar sampah. Kata masyarakat tiba-tiba ada titik api saja. Masyarakat juga kaget karena melebarnya cepat sekali,” ungkap Omay.

 

 

Lahan yang terbakar memiliki luas keseluruhan sekitar 9.000 meter persegi. Dari luasan tersebut, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5.000 meter persegi.

 

Penanganan kebakaran juga berlangsung dalam kondisi yang cukup berat bagi petugas. Kepulan asap tebal sempat menyelimuti area sekitar lokasi sehingga sejumlah petugas mengalami sesak napas. Bantuan kesehatan turut diberikan untuk menangani kondisi tersebut.

 

“Petugas sudah pasti ada yang sesak napas. Kemarin alhamdulillah ada bantuan kesehatan juga. Karena kemarin kita perlu bantuan alat berat,” ujarnya.

 

Sejak Kamis, Damkar Tangsel mengerahkan enam unit armada dengan sekitar 25 personel. Penanganan juga mendapat bantuan satu unit armada dari DKI Jakarta sehingga total tujuh unit armada berada di lokasi.

 

Kemudian pada Jumat pagi, kembali dikerahkan enam unit armada Tangsel dengan tambahan dua unit bantuan dari DKI Jakarta. Total sekitar 35 personel terlibat dalam proses pemadaman pada Jumat.

 

Hingga Jumat sore, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan penguraian dan memastikan bara api benar-benar padam. Sekitar pukul 17.00 WIB, kepulan asap mulai berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya.

 

Meski demikian, petugas tetap melakukan penyisiran dan penyiraman di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara kembali memicu kobaran api di bawah tumpukan sampah dan puing.

 

Petugas juga meminta warga, terutama lansia dan balita, menjauh dari area kebakaran selama proses penanganan berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan karena kepulan asap sempat cukup tebal dan dapat mengganggu pernapasan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, belasan warga di sekitar lokasi turut mengalami sesak napas akibat terdampak kepulan asap kebakaran. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit