Trump Pamer Peta Amerika, Meksiko-Kanada hingga Greenland Diselimuti Bendera AS
AS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat geger. Kali ini, Trump mengunggah gambar peta yang menampilkan Meksiko, Kanada, Greenland, Islandia, serta sejumlah pulau di Karibia, termasuk Kuba dan Jamaika, dalam balutan Bendera AS.
Trump mengunggah gambar tersebut melalui akun Truth Social miliknya, @realDonaldTrump, pada Senin (7/9/2026). Tidak ada keterangan maupun penjelasan yang menyertai unggahan tersebut.
Dilansir The Hill dan Anadolu Agency, Selasa (8/9/2026), unggahan itu kembali memicu sorotan karena selama ini Trump kerap melontarkan gagasan kontroversial mengenai wilayah negara lain.
Pada Minggu (6/9/2026), misalnya, Trump mengusulkan perubahan nama negara bagian AS, New Mexico, menjadi New America. Dalam gambar yang diunggahnya, kata “Mexico” dicoret dan diganti menjadi “America”.
Sebelumnya, pada Januari 2025, Trump juga mendorong perubahan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.
Trump bahkan menandatangani perintah eksekutif pada 27 Agustus 2026 untuk mengganti nama Danau Ontario yang berada di perbatasan AS dan Kanada menjadi Danau Amerika. Langkah tersebut dilakukan ketika hubungan Washington dan Ottawa kembali memanas akibat perang dagang.
Tak hanya itu, Trump sebelumnya juga pernah menyuarakan keinginan agar AS mengambil alih Kanada dan Greenland, serta menguasai Terusan Panama.
Meksiko Tegaskan Kedaulatan
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengecam keras sikap Trump. Ia menegaskan bahwa Meksiko merupakan negara berdaulat dan tidak akan menjadi koloni maupun wilayah protektorat negara lain.
“Di bulan peringatan Tanah Air kita ini, kita adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat,” tegas Sheinbaum melalui media sosial X, seperti dilansir AFP, Selasa (8/9/2026).
Hubungan Meksiko dan AS memang telah lama diwarnai persoalan keamanan, perdagangan, dan migrasi. Sheinbaum berulang kali menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional.
Meski demikian, pemerintah Meksiko tetap membuka ruang kerja sama dengan Washington. Sheinbaum menegaskan hubungan kedua negara harus dibangun berdasarkan rasa saling menghormati dan pengakuan terhadap kedaulatan masing-masing.
Kanada Tak Mau Diam
Kanada juga terus merespons berbagai kebijakan dan pernyataan Trump. Ketegangan Washington-Ottawa terutama dipicu perselisihan perdagangan.
Setelah persoalan Danau Ontario, Trump pada Minggu (30/8/2026) mendesak perusahaan-perusahaan Kanada yang menjalankan bisnis di AS untuk memindahkan operasional mereka ke wilayah AS. Sebagai iming-iming, Trump menawarkan pembebasan tarif.
Tekanan terhadap Kanada berlanjut pada Senin (7/9/2026). Melalui media sosial, Trump mengancam akan melarang penjualan jet Bombardier Inc., produsen pesawat asal Kanada, di pasar AS.
Ancaman tersebut berpotensi berdampak pada rantai pasok kedua negara. Bombardier diketahui memiliki lebih dari 2.800 pemasok yang berbasis di AS. Sejumlah komponen pesawatnya juga diproduksi di berbagai negara bagian AS. Sayap jet Global 7500, misalnya, dibuat di Texas, avionik diproduksi di Iowa, sementara mesinnya dibuat di Indiana.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya secara terbuka meminta pemerintahan Trump menghentikan aksi saling sindir dan kembali serius dalam melakukan perundingan.
“Ketika pihak Amerika berhenti membuat meme, berhenti melontarkan sindiran, berhenti berusaha terlihat tangguh, dan mulai serius dalam melakukan pembicaraan, kami bisa melakukan pembicaraan tersebut,” ujar Carney, seperti dilansir AFP, Selasa (1/9/2026).
Ottawa juga menyiapkan langkah balasan. Jika tidak ada penangguhan, pemerintah Kanada berencana menaikkan tarif impor sejumlah produk baja AS menjadi 50 persen, dari sebelumnya 25 persen.
Kanada juga akan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk konsumen dari AS, antara lain sepeda motor, kosmetik, keju, dan berbagai barang lainnya.
Kebijakan tersebut diperkirakan meningkatkan tekanan terhadap eksportir AS, terutama di negara bagian yang memiliki hubungan perdagangan erat dengan Kanada seperti Michigan dan Ohio.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





