TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bupati Tangerang Ajak FSP-RTMM Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 09 September 2026 | 13:19 WIB
Bupati Tangerang Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam pertemuan dengan Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten. Foto : Humas Kab. Tangerang
Bupati Tangerang Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam pertemuan dengan Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten. Foto : Humas Kab. Tangerang

TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurut Maesyal, kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan pekerja menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim usaha dan hubungan industrial yang kondusif di Kabupaten Tangerang.


Hal tersebut disampaikan Maesyal saat menerima peserta Diklat II FSP-RTMM SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/9/2026).


“Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikat, bukan hanya di sektor makanan dan minuman, tetapi seluruh serikat pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, senantiasa berkolaborasi,” ujar Maesyal.


Dia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik di antara tiga unsur dalam hubungan industrial atau tripartit, yakni pemerintah, pengusaha dan pekerja. Menurutnya, komunikasi yang terjalin dengan baik dapat mencegah munculnya konflik serta menjaga stabilitas daerah.


“Tripartit terus berkomunikasi dengan baik dan jangan mudah terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak senang dengan Kabupaten Tangerang. Saya kira ini menjadi bekal yang bagus untuk kemajuan kita semua,” katanya.


Maesyal mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini berada di kisaran 5,67 persen tidak terlepas dari kondisi hubungan industrial yang kondusif dan harmonis.
Pemerintah daerah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja, kata dia, telah menjalankan perannya masing-masing dengan baik sehingga aktivitas perekonomian dan dunia usaha dapat terus berjalan.


“Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi dan saling mendukung. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan dan kepastian aktivitas usaha masyarakat dapat terakomodir,” jelasnya.


Maesyal juga mengapresiasi pelaksanaan Diklat II FSP-RTMM SPSI. Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi, wawasan dan kompetensi para pengurus serikat pekerja, khususnya dalam memahami aspek hukum dan advokasi ketenagakerjaan.


Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja.


“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada RTMM maupun SPSI yang hari ini berinisiatif melaksanakan pelatihan. Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi, khususnya dalam aspek hukum dan ketenagakerjaan, sehingga semakin menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan para pekerja beserta serikatnya,” pungkasnya.


139 Peserta Ikuti Diklat


Sementara itu, Ketua Panitia Diklat II FSP-RTMM SPSI, Satriyo Utomo, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 139 peserta yang berasal dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan di wilayah Provinsi Banten.


Diklat mengusung tema “Cerdas Hukum, Kuat Advokasi, Wujudkan Pengurus Serikat Pekerja yang Berintegritas dan Bermartabat.”


Menurut Satriyo, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari investasi perjuangan untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme pengurus serikat pekerja.


“Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, menjalankan organisasi secara profesional, berkomunikasi dengan baik, membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis, serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota,” ujarnya.


Dia berharap pelaksanaan diklat dapat menghasilkan pengurus serikat pekerja yang semakin kuat, solid dan profesional, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi para anggota.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit