Don Carlo Mulai Revolusi Brazil, 8 Pemain Muda Dipanggil
BRAZIL — Carlo Ancelotti mulai melakukan revolusi di Timnas Brazil setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Pelatih asal Italia itu langsung merombak skuad dengan memberikan kesempatan kepada delapan pemain debutan sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2030.
Brazil gagal melangkah jauh di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak 16 besar. Tim Samba takluk 1-2 dari Norwegia. Dua bulan setelah kegagalan tersebut, Ancelotti mulai menyusun fondasi baru untuk menghadapi siklus kompetisi berikutnya.
Dari 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi Australia dan India, hanya sembilan pemain yang sebelumnya masuk skuad Piala Dunia 2026. Sisanya merupakan wajah baru dan pemain yang kembali mendapat kesempatan.
Delapan pemain bahkan akan mencatatkan debutnya bersama tim senior Brazil. Mereka adalah Pedro Morisco dan Otavio di posisi kiper, Arthur Dias dan Jair sebagai bek, Matheuzinho dan Mauro Junior di sektor bek sayap, serta Breno Bidon dan Gabriel Bontempo di lini tengah.
Perubahan terbesar terjadi di posisi penjaga gawang. Ancelotti tidak memanggil satu pun kiper yang dibawa ke Piala Dunia 2026. Sebagai gantinya, dia memilih Hugo Souza, Pedro Morisco, dan Otavio.
Nama Alisson Becker juga tidak tercantum dalam skuad terbaru. Namun, Ancelotti memastikan pintu tim nasional belum tertutup bagi kiper Liverpool tersebut.
“Ini bukan berarti yang lain tersingkir. Kami sangat mengenal Alisson. Jika nanti kompetisi seperti Copa America tiba dan dia tetap menjadi kiper terbaik Brazil, dia akan bermain. Namun, sekarang kami harus memprioritaskan pemain yang lebih muda,” ujar Ancelotti.
Ancelotti juga mengakui kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi hasil yang mengecewakan, baik bagi Brazil maupun dirinya secara pribadi.
“Piala Dunia adalah kekecewaan bagi kami dan bagi saya secara pribadi. Kami tidak mampu bermain seperti yang kami harapkan,” katanya.
Kini, Ancelotti memiliki waktu cukup panjang untuk membangun kembali kekuatan Brazil. Regenerasi menjadi salah satu fokus utama untuk membentuk skuad yang lebih kompetitif menuju Piala Dunia 2030.
Sejumlah pemain senior mulai tersisih dari skuad. Casemiro dan Fabinho tidak dipanggil, sedangkan Neymar telah mengakhiri kiprahnya bersama Tim Samba setelah Piala Dunia 2026.
Sebagai gantinya, Ancelotti membuka pintu bagi talenta-talenta muda. Arthur Dias dari Athletico-PR dan Mauro Junior dari PSV menjadi dua pemain yang mendapat perhatian dalam proyek regenerasi tersebut.
Meski melakukan perombakan besar, Ancelotti tetap mempertahankan sejumlah pemain berpengalaman. Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Bruno Guimaraes, Raphinha, dan Vinicius Junior masih menjadi bagian dari skuad.
Perpaduan pemain muda dan senior inilah yang kini coba dibangun Ancelotti sebagai fondasi baru Brazil menuju Piala Dunia 2030.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 9 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu






