US Open 2026: Sabalenka Ditantang Rybakina di Final
NEW YORK – Aryna Sabalenka tinggal selangkah lagi mencetak sejarah di US Open 2026. Namun, ambisinya untuk meraih gelar juara tiga tahun beruntun mendapat tantangan berat dari Elena Rybakina pada partai final.
Sabalenka memastikan tiket final setelah menundukkan unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, dengan skor 7-5, 6-2 di Stadion Arthur Ashe, Jumat (11/9/2026) WIB.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor Sabalenka di US Open menjadi 20 pertandingan tanpa kekalahan. Petenis Belarus itu juga untuk keempat kalinya secara beruntun menembus final Grand Slam di Flushing Meadows.
Sabalenka mengawali laga dengan mendapat perlawanan sengit dari Pegula. Kedua pemain sama-sama mempertahankan servis hingga kedudukan 5-5 sebelum Sabalenka merebut gim ke-11 dan kemudian mematahkan servis Pegula untuk mengamankan set pertama 7-5.
Pada set kedua, Sabalenka semakin dominan. Ia memanfaatkan peluang break pada gim keempat untuk unggul 3-1 dan terus menjaga tekanan hingga menutup pertandingan 6-2 dalam waktu 1 jam 20 menit.
“Saya sangat ingin mencapai final dan tentu saja ingin melangkah sampai akhir,” ujar Sabalenka dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari WTA.
Kemenangan itu sekaligus menjadi pembalasan bagi Sabalenka setelah sebelumnya kalah dari Pegula dalam pertandingan di lapangan rumput. Ia menilai permainan yang ditampilkan di New York jauh lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya.
Rybakina Bangkit dari Ketertinggalan
Di semifinal lainnya, Rybakina harus bekerja keras untuk mengatasi Coco Gauff. Petenis Kazakhstan tersebut sempat kehilangan set pertama 3-6 sebelum bangkit dan merebut dua set berikutnya dengan skor 6-4, 6-4.
Gauff tampil agresif pada set pembuka dan memanfaatkan satu peluang break serta 18 kesalahan sendiri yang dilakukan Rybakina.
Rybakina kemudian mengubah permainan pada set kedua. Ia mengurangi kesalahan dan sempat unggul 4-1. Meski Gauff mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4, Rybakina kembali mendapatkan break pada gim ke-10 untuk merebut set 6-4.
Pada set penentuan, persaingan berlangsung ketat. Rybakina akhirnya mematahkan servis Gauff pada gim kedelapan untuk unggul 5-3. Gauff sempat memperpanjang pertandingan dengan merebut break pada gim berikutnya, tetapi Rybakina langsung membalas dan menutup laga dalam waktu 2 jam 8 menit.
“Pertandingan yang sangat ketat. Saya sangat bahagia dan bangga. Saya tidak bisa menemukan kata-kata lain, tetapi saya benar-benar sangat bahagia dan bangga,” kata Rybakina.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena sehari sebelumnya Rybakina memastikan diri menjadi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya dalam karier.
Ulangan Final Australian Open
Final US Open 2026 akan menjadi pertemuan ke-18 antara Sabalenka dan Rybakina. Sabalenka sementara unggul dalam rekor head-to-head dengan 10 kemenangan berbanding tujuh.
Sabalenka juga mengalahkan Rybakina pada semifinal Miami Open musim ini. Pertemuan di New York sekaligus menjadi ulangan final Australian Open 2026.
Bagi Rybakina, final ini juga menjadi kesempatan menorehkan catatan istimewa. Ia menjadi petenis kelima dalam dua dekade terakhir yang mampu mencapai final Australian Open dan US Open pada tahun yang sama .
Sabalenka memburu gelar Grand Slam kelima sekaligus hat-trick juara US Open. Sementara Rybakina mengincar trofi US Open pertamanya.
Duel keduanya pun dipastikan menjadi salah satu partai final paling menarik di Flushing Meadows tahun ini.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 15 jam yang lalu
Pos Banten | 22 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 21 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
Pos Banten | 13 jam yang lalu






