TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Indonesia Sabet Emas Speed Relay Campuran di Guiyang, Duet Raharjati-Rajiah Tampil Perkasa

Reporter & Editor : AY
Senin, 14 September 2026 | 06:22 WIB
Tim panjat tebing Indonesia sukses raih emas di World Climbing Series 2026 di Guiyang, Tiongkok, Sabtu (12/9).
Tim panjat tebing Indonesia sukses raih emas di World Climbing Series 2026 di Guiyang, Tiongkok, Sabtu (12/9).

TIONGKOK — Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan tajinya di pentas internasional. Duet Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor speed relay campuran pada World Climbing Series 2026 di Guiyang, Tiongkok, Sabtu (12/9).


Prestasi tersebut sekaligus menambah raihan emas Indonesia dalam ajang yang digelar di Guiyang. Sebelumnya, Merah Putih juga berjaya pada nomor speed perorangan putra.


Indonesia menurunkan dua pasangan pada nomor speed relay campuran. Tim Indonesia 1 diperkuat Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah, sedangkan Indonesia 2 mengandalkan Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih.


Raharjati dan Rajiah tampil impresif sejak babak awal hingga mencapai partai final. Di laga perebutan emas, mereka menghadapi pasangan tuan rumah Tiongkok 2 yang dihuni Mengli Zhang dan Ziyu Zhou.


Raharjati yang tampil sebagai pemanjat pertama mampu membawa Indonesia memimpin. Rajiah kemudian melanjutkan keunggulan tersebut dan memastikan kemenangan bagi tim Merah Putih.


Indonesia 1 mencatat waktu 11,35 detik, meninggalkan Tiongkok 2 yang finis dengan 14,85 detik. Hasil itu mengantarkan Indonesia ke podium tertinggi, sementara tuan rumah meraih perak.


Medali perunggu menjadi milik Amerika Serikat 1 setelah menaklukkan Prancis 1 dalam perebutan tempat ketiga.


Sementara itu, perjalanan Indonesia 2 harus terhenti di perempat final. Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih kalah dari Amerika Serikat 1 dengan selisih waktu tipis, hanya 0,51 detik.


Raharjati menyambut keberhasilan tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, hasil positif yang diraih di Guiyang merupakan buah dari persiapan dan latihan yang dilakukan secara konsisten.


"Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan medali emas. Konsistensi dalam latihan menjadi kunci untuk meraih hasil terbaik," kata Raharjati.


Rajiah juga mengaku puas dengan pencapaian tersebut. Apalagi, hasil di Guiyang menjadi peningkatan signifikan dibanding penampilan mereka pada seri sebelumnya di Krakow, ketika duet tersebut hanya mampu menempati posisi keempat.


Bagi Rajiah, emas di Guiyang terasa semakin istimewa karena menjadi medali emas pertamanya sepanjang 2026.


Head Coach Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyebut keberhasilan tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan federasi. Ia menilai mental bertanding dan konsistensi atlet dalam menjalankan program latihan menjadi faktor penting di balik prestasi tersebut.


Setelah membawa pulang emas dari Guiyang, para atlet Indonesia akan kembali melanjutkan perjuangan di World Climbing Series berikutnya yang berlangsung di Chongqing, Tiongkok.


Raharjati dan Rajiah pun dipastikan kembali berduet untuk memburu podium tertinggi dan melanjutkan tren positif Indonesia di nomor speed relay campuran.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit