Buku yang Membuat Prabowo Menangis, Meditasi di Air Jadi Cara Melepas Penat
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkap sisi personalnya dalam sesi wawancara bersama sejumlah wartawan senior dan influencer di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat.
Dalam dialog yang berlangsung hampir lima jam, Prabowo bercerita tentang kegemarannya membaca buku hingga cara sederhana yang dilakukannya untuk memulihkan energi setelah menjalani aktivitas padat.
Prabowo mengaku memiliki ketertarikan khusus terhadap buku-buku sejarah. Koleksi bukunya di Hambalang pun cukup banyak. Sebagian merupakan peninggalan sang ayah, Soemitro Djojohadikusumo, yang kemudian dipindahkan ke kediamannya.
Selain dari keluarga, sejumlah buku juga diberikan oleh keluarga tokoh nasional, termasuk keluarga Jenderal AH Nasution.
Namun, dari sekian banyak buku yang dimilikinya, ada satu karya yang meninggalkan kesan sangat mendalam bagi Prabowo. Buku tersebut adalah Warrior of the Light karya Paulo Coelho.
Prabowo mengenang buku itu diberikan oleh kakaknya, Maryani, ketika dirinya menghadapi masa sulit sekitar 1997-1999.
Saat itu, Prabowo mengaku berada dalam titik terendah dalam perjalanan kariernya akibat berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
“Saya baca. Terus terang saja saya keluar air mata. Seolah-olah dia bicarakan saya,” kata Prabowo mengenang buku tersebut.
Menurut Prabowo, Warrior of the Light memberikan pesan tentang keteguhan seorang pejuang ketika menghadapi kegagalan. Kekalahan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk kembali bangkit dan melanjutkan perjuangan.
Ia juga mengingat pesan dalam buku tersebut bahwa seorang pejuang tidak harus selalu sempurna. Yang terpenting adalah memiliki keyakinan, terus berkembang, dan tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.
“Kalau kamu lelah tidak apa-apa. Istirahat sebentar lalu bangkit lagi,” ujar Prabowo, menyampaikan pesan yang menurutnya sangat membekas.
Selain berbicara tentang buku, Prabowo mengungkap cara yang dilakukannya untuk menjaga kebugaran sekaligus menenangkan pikiran.
Jika dahulu berkuda menjadi salah satu aktivitas favoritnya, kini Prabowo lebih sering berenang.
“Berenang itu bagi saya sangat penting. Itu meditasi di air,” tuturnya.
Prabowo mengatakan, berada di dalam air membuat tubuh dan pikiran terasa lebih rileks. Ia mengaitkannya dengan kondisi manusia saat masih berada dalam kandungan yang terlindungi oleh cairan.
Karena itu, menurut Prabowo, aktivitas sederhana seperti mandi maupun berenang dapat membantu tubuh kembali rileks ketika sedang lelah atau mengalami tekanan.
Selain berenang, tidur singkat juga menjadi cara Prabowo mengisi kembali energinya. Ia mengaku terbiasa melakukan quick nap selama 10 hingga 20 menit, bahkan ketika berada di kendaraan atau pesawat.
“Bisa tidur di mobil, di helikopter dan di pesawat. Quick nap,” katanya.
Sesi wawancara di Hambalang tersebut kemudian ditutup dengan Prabowo menyalami satu per satu para wartawan yang hadir.
Meski dialog telah berakhir, aktivitas Prabowo belum berhenti. Ia kembali melanjutkan pekerjaan dan memanggil sejumlah menteri serta orang dekatnya untuk berdiskusi.
Energi Prabowo malam itu seolah belum habis. Selain kebiasaan membaca, berenang dan tidur singkat, mungkin ada satu hal lain yang ikut menjaga semangatnya: kopi Hambalang.
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu





