TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

60 Daerah Belajar SISGITA Ke Tangsel

Datang Dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Hingga Maluku

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Minggu, 20 September 2026 | 07:57 WIB
Gambar yang dibuat oleh AI
Gambar yang dibuat oleh AI

 

CIPUTAT-Sekitar 60 pemerintah daerah kabupaten/kota dari berbagai wilayah di Indonesia menyambangi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (21/9). Kedatangan mereka untuk mengikuti penandatanganan kerja sama atau MoU sekaligus mempelajari sistem yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan.

 

 Puluhan pemerintah daerah tersebut akan melakukan replikasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA), sebuah sistem berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) yang menghubungkan data pertanahan dengan data perpajakan.

 

 Penandatanganan Kesepakatan Bersama Antardaerah dan Perjanjian Kerja Sama Replikasi SISGITA digelar di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel.

 

 Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat inovasi yang telah dikembangkan di daerahnya. 

 

 Menurutnya, pemerintah daerah perlu terbuka terhadap pertukaran pengalaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung pelayanan serta tata kelola pemerintahan.

 

 “Kalau inovasi yang kita kembangkan memberikan manfaat, tentu kita terbuka untuk berbagi dengan daerah lain. Harapannya, pengalaman Tangsel bisa menjadi pembelajaran dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Benyamin, Sabtu (20/9).

 

 SISGITA dikembangkan untuk mengintegrasikan data bidang tanah dengan data objek pajak dalam satu sistem. Melalui teknologi GIS, bidang tanah dan objek pajak dapat dipetakan secara spasial sehingga memudahkan pemerintah dalam melihat, memperbarui, sekaligus melakukan validasi data.

 

 Sistem tersebut juga menghubungkan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) PBB-P2. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya membangun basis data pertanahan dan perpajakan yang lebih terpadu.

 

 Dengan data yang saling terhubung, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai bidang tanah dan objek pajak di wilayahnya. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam pengelolaan perpajakan maupun penyusunan kebijakan.

 

 “Data yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu dasar penting dalam pengambilan kebijakan. Karena itu, pengembangan sistem seperti ini harus terus didorong dan dimanfaatkan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan,” jelasnya.

 

 Sejumlah daerah yang mengikuti replikasi SISGITA berasal dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Maluku. Di antaranya Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Bombana, Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buton, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Talaud, Toraja Utara, Barru, Jeneponto, Bone, Tana Toraja, Morowali, Buol, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Laut, Pesawaran, dan Kabupaten Mesuji.

 

 Kemudian Kabupaten Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Timur, Lampung Tengah, Way Kanan, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Ciamis, Bogor, Bandung, Cianjur, Indramayu, Bekasi, Blitar, serta Kota Tangerang, Banjar, Parepare, Bogor, Bandar Lampung, Metro, Bekasi, Tomohon, Banjarmasin, Bitung, Kendari serta Kotamobagu.

 

 Kehadiran puluhan pemerintah daerah tersebut juga diramaikan Tangsel Expo yang berlangsung pada 21-22 September 2026, di Plaza Puspemkot Tangsel.

 

 Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Heru Agus Santoso mengatakan, Tangsel Expo tidak hanya menghadirkan pameran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sejumlah potensi lain juga akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut. “Tidak hanya UMKM, nanti juga ada Pameran anggrek,” ujar Heru.

 

 Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kerja sama antardaerah sekaligus ruang untuk memperkenalkan berbagai produk dan potensi masyarakat Tangsel kepada pemerintah daerah yang hadir.

 

 Sementara, di tengah berlangsungnya agenda tersebut nantinya, Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel turut menyiapkan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan Puspemkot. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas kendaraan selama kegiatan berlangsung.

 

 Kepala Dishub Tangsel, Ayep Sudrajat mengatakan, petugas akan disiagakan untuk membantu mengatur arus kendaraan dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

 

 "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Mohon memperhatikan arahan petugas di lapangan dan mengatur waktu perjalanan agar perjalanan tetap nyaman dan lancar,” kata Ayep.

 

 Masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar Puspemkot Tangsel diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas dan menyesuaikan waktu perjalanan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit