TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jenazah di Pulau Enggano Teridentifikasi, Ternyata Surakman ABK KM Arupadatu 1

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 23 September 2026 | 14:41 WIB
Press conference penemuan jenasah Surakman, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1. Foto : Ist
Press conference penemuan jenasah Surakman, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1. Foto : Ist

QSERANG— Misteri hilangnya delapan orang dalam tragedi KM Arupadatu 1 di perairan Selat Sunda mulai terungkap. Satu jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan merupakan Surakman, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1.


Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, jenazah Surakman ditemukan tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (12/9/2026).


Saat ditemukan, jenazah mengenakan celana pendek berwarna hitam. Korban memiliki tinggi sekitar 163 sentimeter dan diperkirakan berusia 50 tahun.


"Pada hari kelima pencarian, kami mendapat informasi dari Bengkulu bahwa di Pulau Enggano ditemukan seorang jenazah Mr. X," kata Hengki dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).


Menindaklanjuti informasi tersebut, Biddokkes Polda Banten berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Bengkulu. Tim Disaster Victim Identification (DVI) kemudian mencocokkan data antemortem delapan korban KM Arupadatu 1 dengan data postmortem jenazah yang ditemukan di Enggano.


Identifikasi dilakukan melalui sejumlah data primer, seperti sidik jari, pemeriksaan gigi, dan DNA.


Hasil pemeriksaan Pusdokkes Polri memastikan jenazah dengan kode PM/62/P.ENGGANO/01 merupakan Surakman. Kepastian identitas diperoleh berdasarkan kecocokan DNA dengan Yayat, putra kandung Surakman.


"Secara genetik PM/62/P.ENGGANO/01 teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat," ujar Hengki.


Surakman merupakan satu dari delapan orang yang hilang setelah KM Arupadatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.


Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.


Hengki mengatakan jenazah Surakman akan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Setibanya di Jakarta, jenazah akan diterima bersama Pemerintah Provinsi Banten, Basarnas, dan tim terpadu.


Dengan teridentifikasinya Surakman, masih terdapat tujuh orang lainnya yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap para korban KM Arupadatu 1.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit