Dikbud Tangsel Langsung Tersingkir, PKP Kreo Menangi Adu Penalti dengan Sudden Death
LARANGAN-Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) langsung tersingkir di New Garuda Cup IV 2026. Dikbud menyerah dari PKP Kreo lewat drama adu penalti 6-5 (1-1).
Perang pemain lokal tersaji di Lapangan Garuda, Jalan Inpres 9, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Kamis (24/09/2026) sore. Dikbud dan PKP Kreo sama-sama tampil monoton. Ketua tim berbagi angka 1-1 di dua babak.
Dikbud FC yang mengandalkan Andri Kadafi, Upay, Andi Munes, Riki, Ariel, dan Elang mendominasi permainan di babak pertama. Tim dimanajeri Satiyan ini berinisiatif memburu gol di menit-menit awal
Alih-alih berusaha mencetak gol, justru Dikbud FC kecolongan lebih dulu dari PKP Kreo asal Kota Tangerang yang dimotori Reza, Jawa, Robi, Karan, Andi, dan Rival.
Di menit 10, gawang Dikbud yang dikawal Nabil bobol. Gol berawal dari aksi Andi Munes di lini tengah yang berusaha menggiring bola namun terebut pemain PKP Kreo.
Pemain PKP Kreo bernomor punggung 11, Jawa yang mendapat wallpass berusaha mendrible si kulit bundar ke kotak 16.
Jawa yang sukses melewati kiper Dikbud, Nabil dan satu bek Dikbud dengan bebas menyodorkan bola ke dalam gawang.
Dua menit berselang, Dikbud mampu membalas. Aksi kiper PKP Kreo, Reza yang melanggar keras Honin Pace berbuat penalti. Riki yang dipercaya menjadi algojo, sepakannya mampu mengelabui kiper Reza. Skor 1-1.

Tampil menguasai lini tengah lewat Upay, Andi Munes, dan Elang, kesebelasan Dikbud terus berusaha menghadirkan gol kembali. Namun lemahnya koordinasi yang dibangun di barisan depan membuat upaya tersebut tak membuahkan hasil. Papan skor tak berubah, 1-1 hingga turun minum.
Selepas kickoff babak kedua, Dikbud dan PKP Kreo merombak kekuatannya. Dikbud mengganti Ariel dengan Egi. Sedangkan, PKP Kreo menurunkan Bule menggantikan Jawa.
Dikbud semakin menguasai jalannya laga. Egi beberapa kali mendobrak lini pertahanan PKP Kreo dan menghadirkan ancaman.
Menit 11, Dikbud kembali lakukan rotasi. Sofyan menggantikan Upay. Lagi-lagi lemahnya koordinasi barisan lini depan Dikbud membuat serangan yang dibangun selalu kandas.

Di menit 21, Dikbud FC menarik keluar Honin Pace digantikan Aulia. PKP Kreo yang mencoba memaksimalkan counter attack cukup kesulitan untuk menambah koleksi gol. Serangan yang dibangun selalu dengan mudah diantisipasi para pemain lini belakang Dikbud. Kedudukan tetap imbang 1-1 hingga babak kedua berakhir.
Pertandingan berlanjut lewat drama adu penalti. Dikbud lewat Elang, Andi Munes, dan Alif mampu mengecoh kiper PKP Kreo, Reza. Sedangkan, tendangan Riki diblok kiper Reza dan sepakan Dwi gagal masuk setelah bola kena mistar.
Sementara, PKP Kreo sukses mengelabui kiper Nabil lewat eksekusi Karan, Akbar, dan Ilham. PKP gagal dari tendangan Andi dan Martin. Skor 3-3, adu penalti ditentukan dengan sudden death.
Sofyan dan Awe, algojo tambahan dari Dikbud sukses menjebol gawang PKP Kreo. Sedangkan, sepakan Aulia diblok kiper Reza
Kubu PKP melalui eksekusi Robi, Rival, dan Bule berhasil memperdayai kiper Nabil. PKP Kreo unggul 6-5 dari drama adu penalti dan melaju ke babak 32 besar bertemu Pajajaran FC.
Duel menarik dipastikan bakal terjadi pada Jumat (25/09/2026) sore dalam lanjutan perebutan tiket babak 32 besar. Dua tim asal Kota Tangsel, Ex PJS dan Zea FC akan berjibaku. Pemenang laga ini bakal melawan Maulana Motor
"Ex PJS dari Pakualam, Serpong Utara yang dimanajeri Bos Bondan akan menghadapi Zea FC tim besutan Aip Begod. Jangan sampai terlewatkan," kata Andre Bagol didampingi Wahyu Ardiansyah, duet Komentator New Garuda Cup IV 2026.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu





