TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kemlu Bidik Pasar Afrika untuk Dongkrak Ekspor Indonesia

Oleh: Fazel MG
Editor: AY
Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:31 WIB
Foto : Fazel MG
Foto : Fazel MG

TANGERANG – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memperkuat diplomasi ekonomi untuk memperluas pasar ekspor Indonesia, salah satunya dengan membidik kawasan Afrika.


Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi Zelda Wulan Kartika mengatakan Afrika memiliki potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa. Sejumlah produk Indonesia yang berpeluang dikembangkan di kawasan tersebut antara lain minyak kelapa sawit, makanan dan minuman, serta produk manufaktur.


“Asia Pasifik dan Afrika menjadi kawasan strategis dalam diplomasi ekonomi Indonesia,” ujar Zelda dalam konferensi pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (30/9/2026).


Menurutnya, hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika memiliki fondasi historis yang kuat sejak Konferensi Asia Afrika. Modal tersebut terus dikembangkan untuk membuka akses pasar dan memperluas kerja sama perdagangan.


Kemlu juga mengoptimalkan jaringan perwakilan RI di luar negeri untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis di negara tujuan, termasuk membantu UMKM menembus pasar global.


Saat ini, UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Namun, porsi UMKM yang telah masuk pasar ekspor masih sekitar 15,7 persen.


Dalam TEI ke-41 pada 14–18 Oktober 2026, Kemlu bersama Kementerian Perdagangan akan mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara yang telah melalui proses kurasi.


Kerja sama dengan Afrika juga diperkuat melalui program South-South and Triangular Cooperation (SSTC) bersama JICA yang melibatkan 14 peserta dari enam negara Afrika. Program ini membahas promosi ekspor, perdagangan digital, investasi, hingga internasionalisasi usaha kecil dan menengah.


Pemerintah berharap penguatan diplomasi ekonomi tersebut membuka lebih banyak peluang ekspor sekaligus mempererat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara Afrika.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit