TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Vape Mengintai Anak Muda, Ini Risikonya

Oleh: Silmi MG
Editor: AY
Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:19 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG — Penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan anak muda Indonesia terus menjadi perhatian. Data Global School-Based Health Survey (GSHS) 2023 mencatat, 12,4 persen pelajar berusia 13–17 tahun menggunakan rokok elektronik.


Tren serupa terlihat pada kelompok usia dewasa muda. Berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS), penggunaan rokok elektronik pada penduduk usia 15 tahun ke atas meningkat dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021. Pada kelompok usia 15–24 tahun, prevalensinya mencapai 7,5 persen.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, vape bukan produk yang bebas risiko. Aerosol yang dihasilkan dapat mengandung nikotin dan berbagai zat kimia berbahaya. Nikotin juga bersifat sangat adiktif dan dapat mengganggu perkembangan otak anak serta remaja.


Risiko lainnya berkaitan dengan kesehatan jantung dan paru-paru. Sejumlah zat dalam rokok elektronik disebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada kedua organ tersebut.


Penggunaan vape pada remaja yang sebelumnya tidak merokok juga menjadi perhatian. WHO menyebut terdapat bukti bahwa penggunaan rokok elektronik dapat meningkatkan kemungkinan anak muda kemudian menggunakan rokok konvensional.


Kementerian Kesehatan turut mengingatkan bahwa cairan vape dapat mengandung nikotin, bahan kimia, serta berbagai zat perasa. Penggunaan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.


WHO Indonesia pada Mei 2026 kembali menyoroti penggunaan rokok elektronik di kalangan anak muda. Berdasarkan data 2023, sekitar 20 persen pelajar usia 13–17 tahun menggunakan produk tembakau, sementara 12 persen menggunakan rokok elektronik.


Paparan nikotin sejak usia remaja dapat meningkatkan risiko ketergantungan. Karena itu, vape tidak sekadar menawarkan beragam pilihan rasa, tetapi juga membawa risiko paparan nikotin dan zat kimia yang dapat berdampak pada kesehatan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit