TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Warga Benda Baru Dilatih Tangani Kebakaran

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 09 Oktober 2026 | 07:30 WIB
PENANGANAN KEBAKARAN. Antusias warga Benda Baru saat mengikuti pelatihan kesiapsiagaan penanganan kebakaran
PENANGANAN KEBAKARAN. Antusias warga Benda Baru saat mengikuti pelatihan kesiapsiagaan penanganan kebakaran

PAMULANG-Sekitar 50 warga Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang mengikuti pelatihan kesiapsiagaan pada Kamis (7/10). Mereka terdiri dari anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), Karang Taruna, perwakilan PKK, RT/RW, serta tokoh masyarakat.

 

 Pelatihan yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu menekankan pentingnya respons cepat masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

 

 Salah satunya ketika muncul api akibat kebocoran gas maupun kebakaran pada area kecil yang masih memungkinkan ditangani pada tahap awal.

 

 Dalam praktiknya, peserta tidak hanya memahami teori mengenai pencegahan kebakaran. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang tepat dan aman untuk menghadapi api sebelum merambat dan membesar.

 

 Kepala Bidang Pencegahan Damkar Tangsel, Muksin Al Fachry mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran sekaligus meningkatkan kemampuan anggota Redkar.

 

 “Ini merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan Redkar dalam mewujudkan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kejadian yang membutuhkan penanganan awal secara cepat,” ujarnya.

 

 Menurut Muksin, keberadaan Redkar menjadi penting karena relawan berada di tengah masyarakat dan dapat menjadi pihak yang memberikan respons awal ketika terjadi kejadian darurat. Karena itu, pihaknya berharap anggota Redkar dapat tersedia hingga tingkat RT.

 

 "Kita berharap tiap RT ada anggota Redkar. Yang muda-muda, ataupun ibu-ibu, bapak-bapak, yang penting semangat,” katanya.

 

 Keberadaan Redkar di setiap lingkungan juga diharapkan tidak hanya sebatas membantu ketika terjadi kebakaran. Mereka memiliki peran untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar warga memiliki pemahaman mengenai cara mencegah dan menangani kebakaran sejak dini.

 

 Muksin menjelaskan, pola pelatihan ke depan diharapkan dapat semakin mendekat ke lingkungan warga. Setelah anggota Redkar dan perwakilan masyarakat mendapatkan pembekalan, mereka nantinya dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada warga di wilayah masing-masing.

 

 "Kalau sekarang kita latih Redkar dan perwakilan warga, nanti ke depan kita bisa langsung melatih warga di lingkungannya. Redkar tugasnya membantu melatih masyarakat, bagaimana mereka tahu cara mematikan api dini,” jelasnya.

 

 Dengan kesiapsiagaan tersebut, Damkar berharap kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar. Bahkan, ketika petugas Damkar tiba di lokasi setelah menerima laporan, api diharapkan sudah dapat dikendalikan oleh masyarakat bersama Redkar.

 

 "Target kita zero kebakaran. Atau kalau pun ada yang kebakaran, begitu ada laporan 112 atau online-nya Redkar, begitu anggota pemadam kebakaran datang, apinya sudah mati. Yang mematikan siapa? Anggota Redkar dan masyarakat. Itu yang kita harapkan,” tuturnya.

 

 Selain penanganan kebakaran, Redkar juga memiliki tugas melakukan penyuluhan kepada masyarakat serta membantu petugas Damkar melalui informasi kondisi wilayah. Misalnya, mengetahui titik sumber air, akses menuju lokasi, maupun kondisi lingkungan yang dapat menjadi informasi penting ketika terjadi kebakaran.

 

 Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pengenalan peralatan pendukung untuk penanganan kondisi darurat lainnya. Di antaranya lima unit grab stick atau tongkat penangkap ular serta 10 pasang sarung tangan.

 

 Peralatan tersebut dapat digunakan ketika masyarakat menghadapi kejadian seperti keberadaan ular di lingkungan permukiman. Penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih aman sembari menunggu bantuan petugas apabila diperlukan.

 

 Sementara, Anggota DPRD Kota Tangsel, Dadang Darmawan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Damkar. Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan sarana, personel, serta masyarakat yang memiliki kemampuan melakukan mitigasi.


 “Jadi inilah komitmen kami DPRD dalam memberikan support kepada Damkar. Support-nya harus konkret,” tegasnya.

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit