Waspada! Ribuan Lowongan Kerja Fiktif Menjebak Pencari Kerja
SERPONG – Pencari kerja diminta lebih waspada terhadap penipuan berkedok rekrutmen yang marak beredar di platform digital. Pelaku menggunakan berbagai modus, mulai dari menjanjikan gaji tinggi yang tidak masuk akal, mencatut nama perusahaan, hingga meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menindak 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data yang disampaikan pada September 2026 itu menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang beredar di internet.
Untuk menghindari penipuan, pencari kerja perlu memastikan informasi rekrutmen melalui situs web dan akun media sosial resmi perusahaan. Identitas perekrut juga harus diperiksa sebelum pelamar menyerahkan dokumen atau informasi pribadi.
Pelamar sebaiknya tidak sembarangan mengirimkan foto kartu identitas, data rekening, maupun dokumen penting lainnya kepada pihak yang belum terverifikasi. Data tersebut berisiko disalahgunakan untuk kepentingan pelaku kejahatan.
Selain itu, permintaan uang dengan alasan biaya administrasi, pelatihan, atau jaminan kelulusan patut dicurigai. Jika menemukan tawaran yang meragukan, masyarakat dapat menghubungi perusahaan melalui kontak resmi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Kewaspadaan menjadi langkah penting agar pencari kerja terhindar dari kerugian finansial dan penyalahgunaan data pribadi. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menerima tawaran pekerjaan sebelum memastikan perusahaan, identitas perekrut, dan proses rekrutmennya benar-benar tepercaya.
Kesehatan | 16 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



