TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

14 Siswa SMPN 10 Tangsel Diduga Dirundung Senior, Korban Muntah Darah

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 23 Oktober 2026 | 15:13 WIB
Ilustrasi. Foto : zidt
Ilustrasi. Foto : zidt

SERPONG – Dugaan perundungan terhadap 14 siswa kelas VIII SMPN 10 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencuat setelah para korban dipaksa mengikuti permainan berbahaya yang melibatkan rokok dan minuman racikan. Akibatnya, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, bahkan ada yang muntah darah.


Intan (33), orang tua salah satu korban, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/10/2026) malam. Anak-anak tersebut diminta berkumpul di sebuah warung kopi atas ajakan tiga siswi yang diduga merupakan senior mereka.


Sebanyak 14 siswa datang ke lokasi karena diminta hadir beramai-ramai. Setibanya di sana, mereka diwajibkan mengikuti permainan dengan aturan yang tidak masuk akal.


Para korban diminta merokok. Jika abu rokok jatuh, mereka harus menerima hukuman berupa meminum cairan racikan yang terbuat dari air keran, kopi kemasan, saus, kecap, lada bubuk, bawang putih, cuka, hingga air ludah.


“Racikannya itu ada kopi Liong, saus, kecap, lada bubuk, bawang putih, air ludah, air keran, sama cuka. Itu diminumkan ke anak-anak,” ujar Intan, Jumat (23/10/2026).


Permainan tersebut berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Para siswa yang ingin pulang dipaksa menghabiskan minuman racikan itu.


Intan mengatakan, anaknya hingga kini belum kembali bersekolah karena masih kerap mengalami sakit perut. Sementara itu, salah satu korban lainnya dilaporkan mengalami muntah darah.


“Anak saya sampai hari ini tidak masuk sekolah karena masih sering sakit perut. Kalau teman-temannya yang lain ada yang sampai muntah darah,” ungkapnya.


Kasus tersebut baru terungkap setelah para korban berani menceritakan kejadian yang mereka alami. Sebelumnya, mereka takut melapor karena mendapat ancaman akan kembali dirundung jika memberitahukan kejadian itu kepada orang tua.


Intan mengaku sempat mendatangi rumah para siswi yang diduga terlibat untuk meminta penjelasan. Namun, ia justru mengaku mendapat ancaman dari keluarga terduga pelaku.


“Saya sempat didatangi dan diancam sama keluarga terduga pelaku saat menanyakan kejelasannya. Tapi saya tegaskan, kalau mau diselesaikan, kita pakai jalur hukum,” tegasnya.


Terpisah, Kepala SMPN 10 Tangerang Selatan, Kunardi, membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan perundungan yang melibatkan peserta didik di sekolah tersebut.


Kunardi mengatakan, informasi dari orang tua murid diterima pada Selasa pekan lalu. Sekolah kemudian membentuk tim untuk menelusuri kejadian dan memanggil orang tua siswa terkait.


“Hari Selasa saya sudah dapat informasi dari orang tua. Hari Rabu saya tugaskan tim untuk mendalami informasi itu. Rabu sampai Kamis kami menggali informasi, lalu hari Jumat dilakukan pemanggilan orang tua,” kata Kunardi.


Pihak sekolah juga telah melaporkan temuan awal dan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.


“Hari Senin kemarin laporan sudah saya sampaikan ke Dindik via Pak Kabid SMP,” pungkasnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit