TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Persib Desak Kematian Bobotoh Diusut Tuntas

Reporter & Editor : AY
Selasa, 27 Oktober 2026 | 05:09 WIB
Suporter Persib. Foto : Ist
Suporter Persib. Foto : Ist

BOGOR – Persib Bandung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh asal Ciapus, Bogor, yang ditemukan tewas di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu malam (25/10/2026).


Arief meninggal dunia setelah menyaksikan pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga korban dan keluarga besar Maung Bandung.


Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat berharap kepolisian mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, profesional, dan transparan agar fakta di balik kejadian itu terungkap serta keadilan bagi keluarga korban dapat ditegakkan.


“Manajemen menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan kehilangan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan menjadi duka bagi keluarga besar Persib,” demikian pernyataan resmi manajemen Persib.


Klub juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. Sebagai bentuk kepedulian, perwakilan manajemen Persib dijadwalkan mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.


Persib menyatakan siap mendampingi keluarga korban sesuai kebutuhan dan kewenangan klub selama proses hukum berlangsung. Manajemen berharap penyelidikan berjalan hingga tuntas sehingga memberikan kejelasan atas peristiwa yang merenggut nyawa Bobotoh tersebut.


Di tengah suasana duka, Persib mengimbau seluruh Bobotoh tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang. Klub juga mengingatkan agar tidak ada tindakan balasan yang justru berpotensi memicu kekerasan dan menimbulkan korban baru.


“Tidak melakukan tindakan balasan merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk mencegah jatuhnya korban dan timbulnya duka baru,” tegas manajemen.


Persib menegaskan sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu masyarakat, bukan pemicu kekerasan. Perbedaan dukungan dan rivalitas antarsuporter semestinya tetap dilandasi rasa hormat, kemanusiaan, dan persaudaraan.


Manajemen berharap kasus kematian Arief segera terungkap dan diproses sesuai hukum, sekaligus memastikan keluarga korban memperoleh keadilan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit