Bikin CV Pakai AI, Amankan Data Pribadi
SERPONG – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian dimanfaatkan pencari kerja untuk menyusun curriculum vitae (CV) agar lebih profesional dan menarik. Namun, kemudahan ini perlu diimbangi dengan kehati-hatian, terutama dalam melindungi data pribadi yang diunggah ke platform AI.
Survei global Kaspersky pada Maret 2026 terhadap 7.200 responden di 18 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan 90 persen responden menggunakan perangkat berbasis AI. Satu dari lima pengguna juga memanfaatkan teknologi ini untuk membantu pencarian kerja. Meski demikian, survei tersebut tidak secara khusus mengukur penggunaan AI untuk membuat CV.
Untuk menghindari risiko kebocoran data, pencari kerja disarankan tidak langsung mengunggah CV yang memuat informasi sensitif ke chatbot AI. Nomor telepon, alamat rumah, nomor identitas, dan data pribadi lainnya sebaiknya dihapus atau disamarkan sebelum dokumen diproses.
Pengguna juga perlu memahami kebijakan privasi dan pengaturan penggunaan data pada platform yang dipilih. Pastikan layanan tersebut memiliki ketentuan yang jelas mengenai penyimpanan dan pemanfaatan informasi yang diunggah.
Selain soal keamanan, AI sebaiknya digunakan untuk memperbaiki struktur kalimat, merangkum pengalaman, dan menonjolkan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Pelamar tetap harus memeriksa setiap informasi agar tidak ada pengalaman, kemampuan, atau pencapaian yang dibuat-buat.
Dengan penggunaan yang bijak, AI dapat membantu membuat CV lebih efektif dan profesional. Namun, perlindungan data pribadi dan keakuratan informasi tetap menjadi tanggung jawab pelamar.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu




