TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pengangguran Jakarta 330 Ribu, Loker Diminta Prioritaskan Warga Lokal

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:32 WIB
Gubernur Pramono Anung (ketiga kanan, depan)  menghadiri pembukaan Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).   Foto: Ist
Gubernur Pramono Anung (ketiga kanan, depan) menghadiri pembukaan Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Foto: Ist

JAKARTA – Tingginya angka pengangguran di Jakarta menjadi sorotan DPRD DKI. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta memprioritaskan warga ber-KTP Jakarta dalam lowongan kerja yang difasilitasi pemerintah.


Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, menilai ketatnya persaingan kerja dipengaruhi tingginya kepadatan penduduk dan arus migrasi ke Ibu Kota. Sementara itu, jumlah warga yang belum bekerja masih mencapai ratusan ribu orang.


Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penganggur di Jakarta mencapai sekitar 330 ribu orang pada Agustus 2025. Kondisi ini dinilai perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan.


Justin menyoroti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang membuka kesempatan kerja bagi siapa saja, termasuk pendatang dari luar daerah.
Menurut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, penciptaan lapangan kerja baru harus dibarengi langkah konkret untuk membantu warga Jakarta mendapatkan pekerjaan.


“Menimbang peliknya permasalahan ini, membuka lapangan kerja baru hanya salah satu dari serangkaian upaya lain yang semestinya juga dilakukan guna mengurangi pengangguran dan memperbaiki kualitas hidup warga DKI,” ujar Justin, Senin (26/10/2026).
Karena itu, dia meminta Pemprov DKI memprioritaskan warga Jakarta dalam program bursa kerja maupun kegiatan perekrutan yang difasilitasi pemerintah.


Di sisi lain, Pramono menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi pencari kerja dari berbagai daerah. Saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026), dia menyatakan kesempatan mencari nafkah tidak dibatasi berdasarkan kepemilikan KTP Jakarta.


“Jakarta terbuka bagi siapa saja,” kata Pramono.


Melalui expo tersebut, Pemprov DKI menyediakan sekitar 12 ribu lowongan kerja dari 100 perusahaan. Pada hari pertama, jumlah lamaran daring tercatat mencapai 28.484, menunjukkan tingginya persaingan untuk memperoleh pekerjaan.


Pramono menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta saat ini sebesar 5,79 persen. Pemprov DKI menargetkan angka tersebut turun menjadi 3,5 persen.


Selain memperluas kesempatan kerja di dalam negeri, Pemprov DKI juga menjajaki peluang kerja di luar negeri melalui kerja sama dengan Singapura, Jepang, negara-negara Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong.


Pemprov juga didorong memperkuat pelatihan keterampilan dan bahasa agar warga Jakarta memiliki daya saing lebih baik di pasar kerja internasional.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit