TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pramono Apresiasi Komitmen Andra Soni Perkuat Ketahanan Pangan

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Gubernur Andra Soni dan Gubernur Pramono saat meninjau Pusat Olah Organik, Budidaya Maggot BSF, dan Peternakan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Foto : Humas Pemprov
Gubernur Andra Soni dan Gubernur Pramono saat meninjau Pusat Olah Organik, Budidaya Maggot BSF, dan Peternakan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Foto : Humas Pemprov

TANGERANG – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi komitmen Gubernur Banten Andra Soni dalam memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi antardaerah. Salah satunya dengan mengoptimalkan aset milik Pemprov DKI Jakarta di Kabupaten Tangerang sebagai kawasan pertanian dan peternakan terpadu.

 

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau Pusat Olah Organik, Budidaya Maggot BSF, dan Peternakan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026). Lahan seluas 100 hektare tersebut akan dikembangkan menjadi pusat produksi pangan yang menopang kebutuhan DKI Jakarta dan Banten.

 

"Rencana ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama yang baik dengan Pemprov Banten. Alhamdulillah, berkat komunikasi yang terjalin baik dengan Pak Gubernur Andra Soni, rencana ini bisa kita wujudkan bersama," ujar Pramono.

 

Dari total lahan yang tersedia, sekitar 40 hektare akan dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan lingkungan hidup, sedangkan 20 hektare lainnya dikembangkan sebagai kawasan peternakan sapi, ikan, dan ayam beserta fasilitas pendukungnya yang akan dikelola BUMD Dharma Jaya.

 

Pramono mengatakan kawasan tersebut nantinya mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi sehingga dapat memperkuat pasokan daging, terutama saat hari-hari besar keagamaan di Jakarta dan Banten.

 

Ia menargetkan pembangunan dimulai pada September 2026. Meski nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp1 triliun, proyek tersebut dipastikan tidak menggunakan APBD DKI Jakarta maupun APBD Banten.

 

Selain mendukung ketahanan pangan, proyek itu juga diproyeksikan menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Pramono menegaskan seluruh tenaga kerja akan diprioritaskan berasal dari masyarakat sekitar.

 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Banten dan Jakarta merupakan wilayah yang saling terhubung dan saling membutuhkan, baik dari sisi ekonomi maupun mobilitas masyarakat.

 

Menurut Andra, gagasan pemanfaatan aset milik Pemprov DKI Jakarta di Tangerang telah disampaikannya kepada Pramono Anung dan mendapat sambutan positif.

 

"Ternyata Mas Pram menyambut baik rencana tersebut. Berkat komunikasi yang baik, proses realisasinya berjalan relatif cepat," kata Andra.

 

Andra meyakini kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kedua daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional.

 

"Kami sangat berterima kasih. Semoga ikhtiar dan kolaborasi ini membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Banten maupun DKI Jakarta," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit