TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Investasi Rp 3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Pekerja

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:48 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Foto : Ist
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat realisasi investasi sebesar Rp 3.923 triliun selama dua tahun pertama. Investasi tersebut diklaim mampu menyerap 5.485.944 tenaga kerja.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan capaian tersebut dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, dua tahun pemerintahan bukan hanya diukur dari rencana, tetapi juga hasil nyata yang dirasakan masyarakat.


“2 tahun pertama pemerintahan bukan sekadar tentang rencana, tapi tentang kerja nyata dan hasil yang bisa dilihat,” kata Teddy.


Selain investasi, pemerintah mencatat sejumlah capaian program prioritas di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah dibangun di 131 kabupaten/kota sepanjang 2026. Program tersebut membuka akses pendidikan bagi 45 ribu anak, termasuk mereka yang sebelumnya hidup di jalanan.


Pemerintah juga merevitalisasi 30 ribu sekolah dan menyediakan 288.180 layar interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Insentif guru honorer dinaikkan 30 persen. Sementara itu, sebanyak 240 ribu guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu direncanakan beralih menjadi pegawai penuh waktu mulai Januari 2027.


Di sektor kesehatan dan pemenuhan gizi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 62 juta penerima manfaat. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat 108 juta penerima layanan. Pemerintah juga membangun 22 rumah sakit baru untuk memperluas akses pelayanan kesehatan.


Pada sektor perumahan dan infrastruktur, pembangunan serta renovasi 400 ribu rumah telah dilakukan. Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih.


Infrastruktur pendukung lainnya mencakup lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi, 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres), serta 3.000 titik sumur bor. Sebanyak 17 stadion juga dibangun dan direnovasi dengan standar FIFA.


Di sektor pangan, Teddy menyebut pemerintah telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dengan cadangan yang diklaim tertinggi sepanjang sejarah. Sementara di bidang energi, penerapan program B50 menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian energi nasional.


Pemerintah juga mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui pembangunan 26 proyek hilirisasi. Untuk memperluas kesempatan kerja, program Magang Nasional telah menjangkau 250 ribu peserta dengan penghasilan setara upah minimum kabupaten/kota (UMK).


Pemberdayaan ekonomi masyarakat diperkuat melalui operasionalisasi 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah juga menurunkan bunga pembiayaan PNM Mekaar dari 25 persen menjadi 8 persen bagi 16 juta perempuan.


Di sektor keuangan, pemerintah mengembangkan Bank Emas dengan pengelolaan 153 ton emas. Pembangunan Kampung Haji Indonesia juga terus dilanjutkan untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji.


Sementara itu, dalam reformasi BUMN, sebanyak 290 perusahaan pelat merah telah ditutup atau dirampingkan. Langkah tersebut diklaim menghemat anggaran negara hingga Rp 50 triliun per tahun.


Pemerintah turut mencatat pelunasan utang obligasi BLBI senilai Rp 218,3 triliun serta penyelamatan kekayaan negara lebih dari Rp 54 triliun. Skema bagi hasil bagi pengemudi transportasi dan layanan berbasis platform juga diperkuat.


“Perjalanan masih panjang, tantangan masih besar. Namun, setiap capaian menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat,” tandas Teddy.


Target Investasi Lima Tahun Rp 13.032 Triliun


Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, realisasi investasi Rp 3.923 triliun merupakan akumulasi sejak triwulan IV-2024 hingga triwulan III-2026.


Pemerintah menargetkan total investasi mencapai Rp 13.032,8 triliun selama lima tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi investasi selama satu dekade sebelumnya yang mencapai Rp 9.100 triliun pada periode 2014-2024.
“Jadi peningkatan yang memang sangat signifikan,” ujar Rosan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).


Rosan juga memaparkan, realisasi investasi sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target. Investasi pada periode tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja.


Menurutnya, investasi menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada di atas 5 persen. Investasi merupakan komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga, diikuti belanja pemerintah dan ekspor. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit