Pelebaran Jalan Maruga, Pemkot Siapkan Lahan Pengganti Gedung SDN 1 Serua
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) sedang mencari lahan pengganti gedung SDN 1 Serua, Ciputat yang terkena pembebasan lahan pelebaran Jalan Maruga.
Diketahui, Pemkot sedang melakukan pembebasan untuk pelebaran Jalan Maruga Raya dari arah bundaran menuju Pusat Pemerintahan (Puspemkot) Tangsel. Sejumlah bidang lahan yang sudah dibebaskan sedang dalam proses perataan tanah.
Namun proses perataan lahan tersebut terlihat hanya sampai dekat gedung SDN 1 Serua. Hal ini dikarenakan Pemkot masih mencari lahan yang cocok sebagai pengganti lahan yang nantinya dibangun gedung sekolah tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Fatulloh mengatakan, lahan sekolah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam rencana pembebasan. Namun, pelaksanaannya harus menunggu tersedianya lokasi pengganti agar aktivitas pendidikan tetap berjalan.
Menurutnya, Pemkot terlebih dahulu akan membebaskan lahan untuk lokasi sekolah baru. Setelah itu, pembangunan gedung pengganti dilakukan oleh dinas terkait. Jika bangunan baru sudah tersedia dan dapat digunakan, barulah bangunan sekolah lama bisa dibongkar untuk melanjutkan pelebaran jalan.
“Yang SD itu sebenarnya jadi target buat pembebasan tanah kita. Cuma karena itu masih digunakan sama SD, jadi masih belum bisa. Kita nunggu pengganti, kita bebaskan tanahnya dulu. Nanti dinas terkait yang bangun dulu, baru kita bisa bongkar,” ujar Fatulloh, Rabu (4/11).
Dia menyebutkan, lokasi pengganti sekolah kemungkinan berada di area belakang bangunan SDN 1 Serua. Di kawasan tersebut masih terdapat lahan kosong untuk dimanfaatkan membangun gedung baru SDN 1 Serua.
“Kayaknya di belakangnya. Kemungkinan ya itu di belakang, masih ada lahan. Jadi, kalau depan kita pas-pas, mungkin bisa mundur ke belakang,” jelasnya.
Fatulloh menuturkan, realisasi pembebasan lahan tersebut masih menyesuaikan ketersediaan anggaran. Karena itu, pembebasan tanah menjadi tahapan awal yang harus diselesaikan sebelum pembangunan sekolah pengganti dan pembongkaran bangunan lama dilakukan.
Serupa dengan sebelumnya, pelebaran di area tersebut direncanakan akan diperlebar sekitar 14 meter. Dengan demikian, lebar keseluruhan jalan nantinya mencapai sekitar 22 meter, bahkan 24 meter jika dihitung bersama area ruko.
Selain lahan sekolah, area SPBU juga masih masuk dalam rencana pembebasan berikutnya. Namun, penanganan lokasi tersebut baru dilakukan setelah tahapan pelebaran dan pembebasan lahan pada ruas sebelumnya diselesaikan.
“Iya, SPBU itu belum. Itu nanti selanjutnya. Setelah yang ini beres semua dulu, baru terakhir itu. Jadi, jalurnya tertata, enggak loncat-loncat,” ungkapnya.
Fatulloh berharap seluruh rangkaian pelebaran Jalan Maruga Raya dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2029. Kendati demikian, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah, terlebih saat ini pemerintah juga tengah melakukan efisiensi belanja.
“Target kita sebenarnya 2029 sudah beres semua. Tapi lagi-lagi tergantung anggarannya, karena sekarang juga lagi efisiensi. Mudah-mudahan bisa,” harapnya.(rmn)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



