TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

KONI Tangsel Matangkan Jadwal Porprov, Satu Venue Dipakai 2 Cabor

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Rabu, 04 November 2026 | 07:15 WIB
Sekretaris KONI Tangsel Irfan Alamsyah
Sekretaris KONI Tangsel Irfan Alamsyah

 

SERPONG-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Sejumlah aspek teknis menjadi perhatian, mulai dari pengaturan jadwal pertandingan, pemanfaatan venue, validasi atlet, hingga kesiapan kontingen untuk mengejar target juara umum.

 

 Sekretaris Umum KONI Tangsel, Irfan Alamsyah mengatakan, sejumlah cabang olahraga (cabor) dengan durasi pertandingan panjang akan memulai kompetisi lebih awal atau sebelum seremoni pembukaan resmi.

 

 Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan, terutama pada cabor yang memiliki banyak nomor tanding dan tahapan penyisihan.

 

 Beberapa cabor yang dijadwalkan memulai pertandingan lebih awal di antaranya bola voli, sepak bola, futsal, hoki, dan sepak takraw.

 

 "Karena memang jumlah pertandingannya banyak. Seperti voli itu dari tanggal 10 November sampai dengan tanggal 19 November baru selesai. Panjang. Kalau kita mulainya di tanggal 16 November 2026, tidak akan cukup waktunya sampai dengan tanggal 23 November 2026," ungkap Irfan, Selasa (3/11).

 

 Meski pertandingan pendahuluan berlangsung lebih awal, KONI Tangsel memastikan perebutan medali melalui babak penentuan dan partai final tetap dilaksanakan setelah pembukaan resmi pada 15 November 2026.

 

 Pengaturan tersebut dilakukan agar rangkaian pertandingan dan perolehan medali dapat berjalan sesuai ketentuan penyelenggaraan Porprov VII Banten.

 

 Selain persoalan jadwal, keterbatasan infrastruktur olahraga juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Untuk itu, KONI Tangsel bersama panitia menerapkan strategi penggunaan venue secara bergantian berdasarkan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

 

 Salah satu skema yang disiapkan adalah pemanfaatan kawasan Witanaharja Pamulang secara bergantian untuk pertandingan voli pasir dan bola tangan pasir.

 

 Sementara, kawasan ISDC Pusdiklantas, Serpong Utara juga akan digunakan secara bergantian untuk cabang olahraga bermotor dan sepeda gunung atau mountain bike. Pengaturan tersebut diharapkan membuat penggunaan fasilitas pertandingan lebih efisien.

 

 Berdasarkan data Entry by Name (IBN) terbaru, Porprov VII Banten 2026 akan mempertandingkan sekitar 60 cabang olahraga dengan kurang lebih 900 kategori pertandingan.

 

 Dari keseluruhan nomor yang dipertandingkan, jumlah medali yang diperebutkan diperkirakan mencapai lebih dari 9.100 keping. Banyaknya nomor pertandingan tersebut membuat koordinasi jadwal dan kesiapan venue menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan.

 

 Irfan menjelaskan, cabang olahraga panahan dan atletik menjadi dua cabor dengan jumlah kategori pertandingan terbanyak, masing-masing sekitar 40 kategori. Selanjutnya, panjat tebing memiliki sekitar 32 kategori pertandingan.

 

 Sebaliknya, bulu tangkis dan tenis meja termasuk cabor dengan jumlah kategori paling sedikit, yakni masing-masing tujuh kategori.

 

 Di sisi lain, persoalan keabsahan atlet juga menjadi perhatian menjelang kompetisi. Dinamika perpindahan domisili maupun mutasi atlet antarkabupaten dan kota selama ini kerap menjadi salah satu hal yang harus diawasi dalam penyelenggaraan olahraga tingkat provinsi.

 

 Irfan menyebut proses pemeriksaan dan verifikasi keabsahan atlet telah ditangani oleh bidang keabsahan bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PB Porprov melalui mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

 

 Khusus untuk kontingen Tangsel, dia memastikan atlet maupun seluruh personel pendukung telah melalui proses verifikasi identitas kependudukan.

 

 "Kalau konkret sampai hari ini atlet Tangsel sudah ber-KTP Tangerang Selatan semua dan sudah konkret dari 1.589 tersebut," tegasnya.

 

 Irfan menyebut jumlah kontingen Tangsel, termasuk atlet dan tenaga pendukung, berada pada kisaran 1.518 hingga 1.589 orang. Mereka terdiri atas atlet, pelatih, asisten pelatih, manajer, dan ofisial yang akan mendukung keikutsertaan Tangsel dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

 

 Sementara, persiapan perlengkapan kontingen seperti seragam dan atribut masih dalam proses distribusi. KONI Tangsel optimistis seluruh kebutuhan tersebut dapat diselesaikan sebelum pertandingan perdana dimulai.

 

 Menjelang pelaksanaan Porprov VII Banten 2026, KONI Tangsel berharap seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana, baik dari sisi teknis pertandingan, administrasi, maupun kesiapan atlet.

 

 Irfan menegaskan, target yang dibawa kontingen Tangsel bukan hanya menyukseskan keikutsertaan dalam ajang olahraga tersebut, tetapi juga berupaya meraih prestasi tertinggi.

 

 "Yang pasti harapan terkait Porprov sukses penyelenggaraan, sukses administrasi serta Tangsel menjadi juara umum," pungkasnya.(dra)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit