Cegah Karhutla, Ahmad Fauzi Desak Kementerian PU Aktifkan Kembali Kanal Gambut
SERPONG-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut membutuhkan langkah konkret, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan kelembapan tanah. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah mengaktifkan kembali kanal dan pintu air gambut yang selama ini tidak berfungsi maksimal.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Ahmad Fauzi mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) untuk segera melakukan reaktivasi infrastruktur tata air tersebut.
Menurut Fauzi, pengendalian tata air menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan karhutla. Terlebih, kawasan gambut memiliki karakteristik khusus sehingga kebakaran yang terjadi di dalam lapisan tanah sulit ditangani hanya dengan mengandalkan pemadaman.
Ketua DPW PKB Banten itu menilai, selama ini penanganan karhutla di Kalimantan dan daerah lainnya masih perlu diimbangi dengan langkah pencegahan yang lebih terstruktur. Salah satunya memastikan tinggi muka air tanah tetap terjaga agar lahan gambut tidak mengalami kekeringan.
“Selama ini kita melakukan berbagai upaya pemadaman, tetapi kebakaran gambut tidak mudah dituntaskan secara menyeluruh. Karena itu, yang paling penting saat ini adalah memperkuat manajemen pencegahan melalui aktivasi kembali kanal dan pintu air di kawasan lahan gambut,” ujar Fauzi saat ditemui di Serpong, Rabu (4/11).
Dia mengungkapkan, sejumlah kanal dan pintu air di kawasan gambut dinilai sudah tidak berfungsi secara optimal sejak sekitar 2010. Padahal, keberadaan infrastruktur tersebut memiliki peran strategis dalam mengatur distribusi air sekaligus mempertahankan kelembapan lahan.
Fauzi menjelaskan, kanal dan pintu air bukan sekadar bangunan pendukung pengairan. Infrastruktur tersebut harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan gambut yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi perubahan musim.
Saat musim hujan, pengoperasian pintu air diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air. Sementara, menjelang musim kemarau, pengaturan tata air harus dilakukan agar kondisi gambut tidak terlalu kering dan mudah terbakar.
“Jangan hanya menunggu kebakaran terjadi, kemudian melakukan pemadaman. Kita harus memastikan gambut tetap basah dengan menjaga tinggi muka air tanah, mengoptimalkan fungsi pintu air, serta memperkuat pengawasan di lapangan, terutama menjelang musim kemarau,” tegasnya.
Selain mendorong perbaikan infrastruktur, Fauzi juga meminta pemerintah menempatkan petugas khusus di sejumlah titik strategis kanal dan pintu air. Keberadaan petugas dinilai penting untuk memastikan sistem pengendalian air berjalan sesuai fungsinya.
Petugas tersebut nantinya dapat melakukan pemantauan tinggi muka air tanah, mengawasi kondisi kanal, serta memastikan pintu air dapat dioperasikan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, potensi kekeringan di kawasan gambut dapat diantisipasi lebih awal.
Menurutnya, reaktivasi infrastruktur tanpa pengawasan dan pemeliharaan rutin tidak akan memberikan hasil maksimal. Karena itu, diperlukan koordinasi antarlembaga agar pengelolaan tata air gambut tidak hanya berjalan saat terjadi ancaman karhutla.
Fauzi berharap Kementerian PU segera menyusun langkah konkret untuk mengidentifikasi kanal dan pintu air yang membutuhkan perbaikan maupun pengaktifan kembali. Langkah tersebut juga perlu disertai pemetaan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Dia menegaskan, pencegahan karhutla harus menjadi prioritas karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
“Penguatan sistem tata air ini merupakan investasi penting untuk mencegah karhutla. Kita ingin kebakaran bisa dicegah sejak awal, bukan baru bergerak ketika api sudah meluas,” pungkasnya.
Fauzi berharap langkah reaktivasi kanal dan pintu air gambut dapat menjadi bagian dari kebijakan pencegahan karhutla yang berkesinambungan. Dengan pengelolaan air yang baik, ekosistem gambut dapat tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko kebakaran saat musim kemarau.(dra)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



