Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Toa Masjid Di Ciputat
CIPUTAT-Kasus dugaan penembakan pengeras suara atau toa masjid di Kompleks Perumahan Alvita, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat mulai menemukan titik terang. Polisi mengaku telah mengantongi identitas orang yang diduga menjadi pelaku perusakan fasilitas ibadah tersebut.
Informasi mengenai kerusakan toa masjid itu sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredar di media sosial. Sejumlah lubang terlihat pada bagian pengeras suara yang terpasang di lingkungan masjid.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga. Pasalnya, fasilitas yang digunakan untuk menunjang kegiatan ibadah itu diduga menjadi sasaran tembakan senapan angin.
Salah seorang pengguna media sosial, Fajar, turut mengunggah kondisi pengeras suara tersebut melalui akun Threads @fajarhy_. Dalam unggahannya, dia mempertanyakan tindakan perusakan fasilitas ibadah yang diduga dilakukan menggunakan senapan angin.
“Miris! TOA Masjid Kompleks Alvita Ciputat diduga ditembaki menggunakan senapan angin, fasilitas ibadah kok jadi sasaran? Lapor ke siapa ya?" tulis Fajar dalam unggahannya yang ramai diperbincangkan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi langsung melakukan penelusuran ke lokasi. Aparat juga mengumpulkan keterangan sejumlah warga untuk mengetahui kronologi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan pengeras suara pertama kali diketahui warga pada Sabtu (24/10). Sehari kemudian, tepatnya Minggu (25/10) sekitar pukul 19:30 WIB, warga kembali mendengar suara yang diduga berasal dari tembakan senapan angin.
Setelah mendengar suara tersebut, warga kemudian memeriksa kondisi sekitar masjid. Mereka mendapati pengeras suara dalam kondisi berlubang dan diduga terkena proyektil senapan angin.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal dan menelusuri arah suara tembakan yang didengar warga.
Dari hasil penelusuran sementara, suara tembakan tersebut diduga berasal dari arah wilayah Kelurahan Sawah.
Kini, polisi mengaku telah mengantongi identitas orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Rencananya, orang tersebut akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan guna mengklarifikasi dugaan penembakan.
“Insya Allah dalam waktu dekat, saksi kita panggil nih orangnya,” kata Bambang, Rabu (4/11).
Di tengah proses penelusuran, kepolisian juga berupaya mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik antarwarga. Mediasi pun digelar dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.
Pertemuan tersebut dihadiri pihak Kecamatan Ciputat, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pengurus RT/RW, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Musyawarah dilakukan untuk mencari penyelesaian sekaligus menjaga situasi lingkungan tetap kondusif.
Bambang mengungkapkan, dari hasil penelusuran awal, dugaan sementara aksi tersebut dipicu rasa terganggu terhadap suara pengeras masjid. Meski demikian, polisi masih akan meminta keterangan lebih lanjut kepada orang yang identitasnya telah dikantongi.
“Dugaan sementara pemicu kejadian tersebut karena terduga pelaku merasa terganggu dengan suara pengeras masjid,” ungkapnya.
Dalam musyawarah itu, pihak pengelola dan yayasan masjid juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini terdapat kendala teknis dalam pengaturan volume pengeras suara.
Sebagai bentuk penyelesaian awal, kepolisian bersama pihak kecamatan berinisiatif mengganti pengeras suara yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan fasilitas masjid sekaligus meredam persoalan di tengah masyarakat.(dra)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



