TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

AHY Kebut Proyek IPAL Rp7,7 Triliun, Satu Juta Warga Jakarta Bakal Terlayani

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 06 November 2026 | 08:35 WIB
Menteri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) JSDP Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara. Foto : Ist
Menteri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) JSDP Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara. Foto : Ist

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembangunan sistem pengolahan air limbah terpadu di Jakarta melalui Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1. Proyek senilai Rp7,7 triliun yang ditargetkan rampung pada September 2027 itu diproyeksikan mampu melayani sekitar satu juta warga di Ibu Kota.


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) JSDP Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara, Kamis (5/11/2026).


Dalam peninjauan tersebut, AHY menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 76 persen. Capaian itu bahkan lebih cepat dibandingkan jadwal yang telah ditetapkan.


“Per hari ini progresnya sebetulnya lebih cepat dari timeline yang telah ditentukan, 76 persen kurang lebih,” ujar AHY.


Dia menegaskan, pemerintah akan terus mengawal pengerjaan proyek tersebut agar selesai sesuai target, tanpa mengabaikan kualitas konstruksi maupun standar keselamatan kerja.


Menurut AHY, JSDP menjadi salah satu proyek strategis untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan akibat limbah domestik. Kehadiran sistem pengolahan terpusat ini juga diharapkan meningkatkan kualitas sanitasi dan mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.


AHY menjelaskan, JSDP Zona 1 dirancang melayani sekitar satu juta penduduk atau setara 220 ribu keluarga. Wilayah cakupannya meliputi Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.


Selain menekan pencemaran, pengembangan sistem pengolahan air limbah juga diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah. Selama ini, eksploitasi air tanah secara berlebihan menjadi salah satu faktor penyebab penurunan permukaan tanah atau land subsidence di Jakarta.


Karena itu, AHY menekankan pentingnya penyelesaian jaringan perpipaan yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan. Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta terus memperkuat koordinasi agar infrastruktur tersebut dapat beroperasi optimal dan menjangkau rumah tangga sesuai rencana.


Dia mengungkapkan, air limbah yang telah melalui proses pengolahan nantinya akan dialirkan ke Waduk Pluit. Fasilitas IPAL tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan 3.000 liter per detik.


“Kalau 3.000 liter per detik ini bisa lancar setiap hari, setiap saat, mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat untuk mendapatkan air bersih yang mencukupi,” katanya.


AHY mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, keberhasilan infrastruktur berskala besar membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor, hingga tenaga kerja di lapangan.


Dia juga mengingatkan agar percepatan pembangunan tetap memperhatikan keselamatan pekerja dan penerapan standar keamanan selama proses konstruksi.


JSDP Zona 1 merupakan bagian dari Jakarta Sewerage System (JSS), program pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat di Jakarta melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang.


Proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan instalasi pengolahan, tetapi juga jaringan perpipaan sepanjang sekitar 47,1 kilometer serta infrastruktur pendukung lainnya. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 240.000 meter kubik per hari, fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan sanitasi perkotaan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit