TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

MU Gagal Menang Lagi, Pertahanan Jadi Titik Terlemah Carrick

Reporter & Editor : AY
Senin, 09 November 2026 | 06:31 WIB
Laga MU vs Aston Villa berakhir  4-4. Foto : Ist
Laga MU vs Aston Villa berakhir 4-4. Foto : Ist

MANCHESTER – Manchester United kembali kehilangan poin setelah ditahan imbang Aston Villa 4-4 dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Senin (9/11/2026) dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang tren tanpa kemenangan Setan Merah menjadi delapan pertandingan.


Laga berlangsung dramatis sejak awal. United bahkan sudah tertinggal dua gol ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Alysson membuka keunggulan Villa pada menit pertama, sebelum Nicolas Jackson menggandakan skor pada menit keempat.


Manchester United kemudian bangkit. Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan pada menit ke-16, disusul gol Youri Tielemans menjelang turun minum yang membuat kedudukan kembali imbang 2-2.


Namun, awal babak kedua kembali menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. John McGinn membawa Villa unggul melalui penalti pada menit ke-48, kemudian Leon Goretzka memperlebar jarak menjadi 4-2 lima menit berselang.


United terhindar dari kekalahan setelah Joshua Zirkzee dan Patrick Dorgu mencetak gol pada masa injury time. Dua gol tersebut menyelamatkan muka tuan rumah, meski belum cukup untuk mengakhiri rentetan hasil buruk mereka.


Sorotan utama tertuju pada rapuhnya lini pertahanan United. Penjaga gawang Senne Lammens dinilai tampil kurang meyakinkan, terutama setelah kesalahannya berkontribusi terhadap gol kedua Aston Villa.


Kiper berusia 24 tahun itu juga masih dibayangi penampilan kurang konsisten, termasuk ketika United kalah 0-3 dari Bournemouth.


Diogo Dalot pun gagal memberikan perlindungan maksimal di sisi kiri pertahanan. Villa berulang kali mengeksploitasi ruang yang ditinggalkannya. Pelanggaran Dalot terhadap Alysson di kotak terlarang bahkan berbuah penalti yang dikonversi John McGinn menjadi gol.


Masalah tersebut menunjukkan bahwa kelemahan United bukan sekadar kesalahan pemain secara individu. Koordinasi dan organisasi pertahanan juga belum berjalan baik, terutama ketika mereka kebobolan dua gol dalam lima menit pertama babak kedua.


Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Michael Carrick. Ia harus segera membenahi keseimbangan tim jika tidak ingin Manchester United terus kehilangan poin.


Statistik Unggul, Pertahanan Tetap Bermasalah


Secara statistik, Manchester United sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka menguasai 56 persen permainan dan melepaskan 26 tembakan, dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang.


Catatan expected goals (xG) United mencapai 3,55, lebih tinggi dibandingkan Aston Villa yang membukukan 2,88 dari total 12 percobaan.


United juga menciptakan enam peluang besar, sedangkan Villa menghasilkan lima. Namun, dominasi tersebut tidak cukup menutupi buruknya pertahanan.
Empat gol yang bersarang di gawang United menjadi gambaran jelas bahwa produktivitas lini depan belum diimbangi soliditas barisan belakang.


Carrick kini dituntut segera menemukan solusi. Sebab, mencetak banyak gol tidak akan banyak berarti jika pertahanan terus memberikan ruang bagi lawan untuk menghukum mereka.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit