TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Bahlil Geleng-geleng Kepala

60% Elpiji Impor dari Amerika, 60% BBM Impor dari Singapura

Reporter: AY
Editor: admin
Kamis, 12 Desember 2024 | 09:46 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto : Ist
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto : Ist

JAKARTA - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkap data soal pasokan energi Indonesia yang masih didominasi impor. Seperti gas elpiji, 60 persen impor dari Amerika Serikat. Lalu, BBM 60 persen impor dari Singapura. Bahlil mengaku kaget, sampai geleng-geleng kepala.

Hal ini diungkap Bahlil saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Golkar, di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Rabu (11/12/2024). Ketua Umum Partai Golkar ini mengupas soal ketahanan minyak dan gas (migas) negara kita yang sangat rentan, karena terlalu bergantung pada impor. Dalam situasi terburuk, misalnya terjadi peperangan, cadangan minyak yang dimiliki Indonesia hanya bertahan untuk 21 hari.

Secara detail, Bahlil kemudian mengupas satu per satu kondisi ketahanan energi kita. Untuk elpiji, produksi hanya mampu sekitar 1,6 juta ton per tahun. Sementara, kebutuhannya mencapai 8 juta ton. Akibatnya, harus mengimpor sekitar 7 juta ton elpiji per tahun.

"Kita impor kurang lebih sekitar 6 juta sampai 7 juta ton per tahun. Saya waktu masuk menjadi Menteri ESDM, saya kaget. Kenapa ini bisa seperti ini?" ungkap Bahlil, terheran-heran.

Bahlil heran dengan impor sebanyak itu. Dia bertanya-tanya, apakah karena industri dalam negeri belum bisa memenuhinya? "Ternyata, setelah saya cek, untuk bahan baku elpiji, harus memakai gas yang kadarnya itu C3 dan C4, dan itu tidak banyak di Indonesia," terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, lanjut Bahlil, Indonesia mengimpor 60 persen elpiji dari Amerika. Selebihnya dari Timur Tengah. "Sementara impor BBM kita ambil 60 persen dari Singapura. Saya sampai bingung, geleng-geleng kepala," ucapnya.

Yang lebih membuat Bahlil heran, Singapura tidak memiliki sumur minyak. "Ini saya nggak ngerti teorinya dari mana, tapi ini adalah by design, Bapak-Ibu semua. By design yang sudah mengakar," bebernya.

Bahlil lantas menantang seluruh anggota DPR dari Golkar untuk mendobrak kebiasaan ini. Sebagai menteri yang diberikan tugas untuk swasembada energi, Bahlil mengajak seluruh kader Golkar menjadi garda terdepan mewujudkan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dengan Cadangan minyak hanya 21 hari, Bahlil berandai-andai, jika terjadi perang, musuh tak perlu menembakkan rudal ke Indonesia, cukup menahan BBM dan elpiji di laut. Dengan begitu, Indonesia akan mengalami krisis secara sendirinya.

Untuk mengantisipasi masalah ini, Kementerian ESDM berencana membangun storage minyak di pulau yang dekat dengan Singapura. Harapannya, Indonesia bisa berdaulat energi.

"Kemampuan storage-nya kurang lebih sekitar 30-40 hari, semua minyak boleh masuk di situ. Nanti Pertamina beli dari situ dengan harga ekonomis global agar menjadi kedaulatan energi kita," terang Bahlil.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa membenarkan fakta yang disampaikan Bahlil. Untuk BBM, kata dia, Indonesia harus impor banyak karena lifting minyak mentah terus turun sementara kebutuhan terus naik. Untuk elpiji juga sama, produksinya sedikit sedangkan konsumsinya sangat besar.

Fabby menjelaskan, peningkatan impor karena kebutuhan. Jika ingin mengurangi impor BBM, harus berani dengan langkah ekstrem. "Laju permintaan BBM harus dikurangi, produksi BBM harus ditingkatkan, dan substitusi BBM dengan sumber energi lain," ucapnya.

Untuk meningkatkan produksi, kata Fabby, di awal era Presiden Jokowi dulu, dibentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Jokowi juga sempat berencana menambah kapasitas kilang. Namun, sampai saat ini, kapasitas belum mampu dinaikkan. Hal itu ditengarai karena investornya masih maju mundur. Sebab itu, Fabby menyarankan agar Bahlil melakukan evaluasi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit