TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

TPA Cilowong Ditangguhkan, Pemkot Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah ke Cileungsi

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Ari Supriadi
Rabu, 07 Januari 2026 | 12:05 WIB
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. (Dok. Humas Pemkot Tangsel)
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. (Dok. Humas Pemkot Tangsel)

CIPUTAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat menyikapi kebijakan Pemkot Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong di Kecamatan Taktakan. 

 

Pemkot Tangsel memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

 

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, penghentian pengiriman sampah ke TPA Cilowong tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. 

 

Ia memastikan pemerintah daerah tetap bekerja maksimal meski dihadapkan pada kendala teknis di daerah mitra. 

 

“Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” ujar Benyamin, Rabu (7/1/2026).

 

Sebagai langkah darurat, Pemkot Tangsel telah menyiapkan skema pengalihan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi. Mulai hari ini, sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di kawasan permukiman maupun ruang-ruang publik di Tangsel, sekaligus menjaga kualitas pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

 

“Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan,” ungkap Benyamin.

 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi situasi ini. Benyamin menegaskan, persoalan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab pemerintah dan tidak akan dibebankan kepada warga.

 

Lebih jauh, Benyamin menilai kondisi ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat sementara.

 

“Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit