Bantuan Rp 2,07 M Dari Tangsel Untuk Korban Bencana Sumatera Tersalurkan
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyalurkan Rp 2,07 miliar untuk korban bencana banjir di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Penghimpunan dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Tangsel.
Bantuan tersebut disalurkan ke tiga provinsi terdampak banjir, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Penyaluran dimulai sejak akhir Desember 2025 dengan fokus pada kebutuhan darurat berupa bahan makanan pokok, pakaian, serta obat-obatan.
Untuk wilayah Sumatera Barat, bantuan logistik dikirim melalui jalur darat menuju Kabupaten Tanah Datar dan disalurkan melalui posko pengungsian serta dapur umum. Selain bantuan darurat, Baznas Tangsel juga menjalankan program pemulihan pascabencana dengan memperbaiki sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir.
Salah satu program pemulihan yang tengah berjalan yakni penyediaan sarana air bersih melalui pembangunan jaringan pipanisasi dari kawasan pegunungan menuju titik-titik penampungan warga.
Sementara, di Sumatera Utara, bantuan disalurkan ke delapan titik terdampak di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di wilayah tersebut, Baznas Tangsel melakukan renovasi tiga masjid, pembangunan delapan sumur bor, pembangunan tiga rumah layak huni, serta dua fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Sejumlah program pemulihan masih terus berjalan hingga saat ini.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengapresiasi kepedulian masyarakat dan ASN Tangsel yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Tangerang Selatan, ASN, pelaku usaha, komunitas, serta para muzaki yang telah berpartisipasi. Donasi yang terkumpul menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan empati warga Tangsel masih sangat kuat,” ujar Benyamin, Kamis (19/2).
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel mendukung penuh langkah Baznas Tangsel tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan jangka menengah dan panjang.
“Bantuan ini tidak hanya berhenti pada pengiriman logistik. Kami mendorong agar program recovery seperti pembangunan rumah layak huni, sarana air bersih, dan fasilitas ibadah benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.
Menurut Benyamin, pola penyaluran bantuan yang dilakukan Baznas Tangsel sudah tepat karena menggabungkan aspek kemanusiaan dan pembangunan.
“Apa yang dilakukan Baznas Tangsel merupakan contoh penanganan bencana yang komprehensif, mulai dari respon cepat hingga pemulihan infrastruktur dasar. Solidaritas seperti inilah yang menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu




