Demi Keselamatan, Siswa SD & SMP Belajar Daring
Berlaku Hingga 28 Januari
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk menjaga keselamatan siswa di saat cuaca ekstrem yang terjadi. Belajar secara daring itu berlaku untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni mengatakan, penerapan PJJ mulai berlaku sejak 23 Januari hingga 28 Januari 2026. “Sudah diterapkan PJJ. Surat edarannya hari ini diedarkan,” ujar Deden saat dikonfirmasi.
Deden menjelaskan, kebijakan PJJ difokuskan pada satuan pendidikan yang terdampak langsung banjir maupun sekolah yang akses jalannya tergenang air. Selain itu, sekolah diberikan kewenangan untuk menerapkan PJJ apabila intensitas hujan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
“Disesuaikan. Kalau memang sekolahnya banjir atau akses menuju sekolah tergenang, maka PJJ diberlakukan,” jelasnya.
Sekretaris Dindikbud Tangsel, Billy Sukarsana menambahkan, dalam surat edaran tersebut pihak sekolah juga diminta melakukan langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.
“Satuan pendidikan diminta memastikan saluran air, selokan, dan lingkungan sekolah dalam kondisi bersih,” ujarnya.
Selain itu, sekolah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lain di lingkungan pendidikan.
“Mengantisipasi potensi bahaya seperti pohon tumbang, atap bocor, hingga instalasi listrik yang berisiko,” tambah Billy.
Kebijakan PJJ ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Dindikbud Tangsel, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Untuk SMA bukan kewenangan kami karena berada di bawah Pemerintah Provinsi,” ungkap Billy.
Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprakirakan wilayah Tangerang Raya, termasuk Kota Tangerang Selatan masih akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat
lebat dalam beberapa hari ke depan.
“Pada 24 hingga 27 Januari 2026 diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangsel,” kata Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto.
Hartanto menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Provinsi Banten. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan bencana.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu


