TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

PBSI Dukung Format Baru BWF, Indonesia Open Digelar 11 Hari

Reporter & Editor : AY
Rabu, 11 Februari 2026 | 06:08 WIB
Alwi Farhan juara Tunggal Putra Indonesia Open 2025. Foto : Ist
Alwi Farhan juara Tunggal Putra Indonesia Open 2025. Foto : Ist

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan format baru turnamen yang dicanangkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), termasuk untuk ajang Indonesia Open yang berstatus Super 1000.

 

Kepala Bidang Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, mengatakan penerapan format baru dengan durasi turnamen selama 11 hari merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung arah pengembangan bulu tangkis global yang tengah digagas BWF.

 

“Dari sisi penyelenggara, tentu ada konsekuensi meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

 

Meski demikian, PBSI memandang kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan Indonesia Open sebagai salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia.

 

“Ini bukan sekadar soal durasi, tetapi upaya menghadirkan standar penyelenggaraan yang selaras dengan visi global BWF dan menjaga posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia,” tambahnya.

 

Bambang menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah signifikan bagi atlet, khususnya pada sektor tunggal. Jumlah peserta meningkat dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang lebih luas bagi atlet untuk tampil dan bersaing di level tertinggi.

 

“Dengan sistem setengah kompetisi hingga babak 16 besar, atlet akan menjalani lebih banyak pertandingan, yang tentu berdampak positif bagi pengalaman dan kualitas kompetisi,” jelas Bambang.

 

Dari sisi kondisi bertanding, PBSI menaruh perhatian besar pada aspek pemulihan dan kebugaran atlet. Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta penggunaan hanya dua lapangan pertandingan, atlet dinilai memiliki waktu istirahat yang lebih ideal.

 

“Hal ini diharapkan mampu menjaga kualitas permainan serta performa atlet sepanjang turnamen,” katanya.

Tak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. Durasi yang lebih panjang memungkinkan penyelenggara menghadirkan berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar pertandingan.

 

“Sportainment menjadi bagian penting untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih menarik, baik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran televisi dan platform digital,” tutur Bambang.

 

PBSI optimistis, penguatan unsur hiburan yang dibarengi dengan kualitas kompetisi kelas dunia akan semakin memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga sekaligus hiburan internasional, serta mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulu tangkis secara global.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit