Kejar Pertumbuhan 5,6 Persen, Ekonomi RI Tancap Gas Lampaui AS dan China
JAKARTA – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,6 persen pada kuartal I 2026, lebih tinggi dari capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. Target ini sekaligus menempatkan Indonesia di atas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan China.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, pemerintah akan menggenjot belanja negara sejak awal tahun, termasuk penyaluran bantuan sosial dan insentif fiskal untuk mendorong konsumsi masyarakat.
“Kita dorong ke 5,6 persen. Masih ada ruang karena pertumbuhan sebelumnya belum mencerminkan potensi sebenarnya,” kata Juda di Jakarta, Selasa (10/2).
Meski belum puas, Juda mengapresiasi pertumbuhan 5,39 persen yang menjadi tertinggi sejak pandemi Covid-19. Capaian itu juga lebih baik dibanding China yang tumbuh sekitar 4,5 persen dan Amerika Serikat 4,4 persen pada periode serupa.
Optimisme pemerintah turut ditopang oleh naiknya Indeks Keyakinan Konsumen serta penciptaan hampir 1,4 juta lapangan kerja sepanjang Agustus–November 2025.
Namun, ekonom Indef M Rizal Taufikurahman mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terlalu bergantung pada konsumsi domestik. Ia menekankan pentingnya transformasi manufaktur padat karya, investasi produktif, serta ekspor bernilai tambah agar pertumbuhan tidak stagnan di kisaran 5 persen.
Sementara itu, Chairman CT Corp Chairul Tanjung menilai Indonesia berpeluang mencapai pertumbuhan hingga 8 persen jika mampu melakukan transformasi dari ekonomi berbasis komoditas menuju industri dan ekonomi berbasis pengetahuan.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 16 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 20 jam yang lalu
Olahraga | 1 jam yang lalu









