TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Bupati Dewi Setiani Gerak Cepat Tinjau Jembatan Citaman Jiput

Bakal Diperjuangkan Jembatan Sementara dan Permanen

Reporter: Nipal
Editor: Ari Supriadi
Jumat, 13 Februari 2026 | 11:28 WIB
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani didampingi Camat Jiput dan jajaran lainnya sedang melintasi jembatan kayu, saat meninjau langsung di Kampung Sarewu-Pasirsalinten, Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kamis (12/2).(Istimewa)
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani didampingi Camat Jiput dan jajaran lainnya sedang melintasi jembatan kayu, saat meninjau langsung di Kampung Sarewu-Pasirsalinten, Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kamis (12/2).(Istimewa)

PANDEGLANG - Mendapatkan informasi dan merasa khawatir terhadap keselamatan warga, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani gerak cepat meninjau kondisi jembatan sementara terbuat dari kayu dan bambu, di Kampung Sarewu-Pasirsalinten, Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Kamis (12/2/2026). Orang nomor satu di Kabupaten Pandeglang ini, memastikan jembatan yang ambruk setahun lalu tersebut, bakal diperjuangkan untuk dilakukan pembangunan jembatan Bailey, dan permanen. Bahkan kata Bupati Dewi, pihaknya telah berupaya mengusulkan pembangunan jembatan tersebut, baik ke pemerintah pusat maupun ke pemerintah provinsi.

 

“Warga Citaman Ibu (Dewi menyebut dirinya) sudah berupaya melalui Kementerian PU, dan BPJN (Balai Pelaksana Jalan Nasional) Provinsi Banten, untuk dibangun jembatan sementara bailey,” kata Bupati Dewi.

 

Selain upaya agar dibangunkan jembatan bailey, tegas Bupati Dewi, dia juga akan terus berjuang agar dibangunkan jembatan permanen yang lebih kokoh dan tahan lama. “InsyaAllah kita dorong agar dibangun jembatan permanen, supaya masyarakat tidak lagi khawatir jika terjadi cuaca ekstrem atau banjir,” tambahnya.

Apalagi kata wanita berkacamata dan berkerudung ini, dia sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, membuat Detail Engineering Design (DED).

 

“Dan ini kita sedang menunggu untuk ditindaklanjuti, karena kita sudah membuatkan DED-nya untuk jembatan ini. Mohon doanya masyarakat agar ini terlaksana dengan baik dan cepat,” pungkasnya.

 

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Banten menyebabkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan, sehingga proses penanganan membutuhkan koordinasi dan antrean penanganan dari pemerintah pusat. “Kami masih menunggu informasi lebih lanjut, mengingat saat ini di wilayah Banten terdapat beberapa jembatan yang juga roboh akibat cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai daerah,” katanya lagi.

 

Bupati Dewi juga mengapresiasi langkah cepat Penjabat (Pj) Kepala Desa bersama masyarakat yang berinisiatif membangun jembatan sementara guna memastikan aktivitas warga tetap berjalan. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif Pj Kepala Desa bersama masyarakat yang berencana membangun jembatan sementara agar akses warga tetap berjalan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.

 

Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Dewi juga menyatakan akan turut memberikan bantuan secara pribadi untuk mendukung pembangunan jembatan sementara tersebut. “Ibu juga akan turut menyumbang secara pribadi untuk membantu pembangunan jembatan sementara ini, sebagai bentuk dukungan agar masyarakat tidak terlalu lama terdampak,” tandasnya.

 

Kunjungan Bupati Dewi disambut Camat Jiput, Kepala Desa Citaman, Ketua BPD Citaman, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang selama ini terdampak akibat putusnya akses penghubung tersebut. Dalam kesempatan itu, warga tengah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pandeglang yang sudah melongok kondisi jembatan tersebut.

 

Sebelumnya diberitakan, sudah 14 bulan jembatan di Kampung Sarewu-Pasirsalinten, Desa Citaman, Kecamatan Jiput, mengalami ambruk total. Namun hingga saat ini tak kunjung ada perhatian dari pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi untuk membangunkan jembatan baru. Padahal jembatan itu penghubung sangat vital, karena satu-satunya akses warga dan pelajar melakukan aktivitas sehari-hari. Akibat pembiaran tersebut, warga membangun jembatan darurat dari kayu dan bambu yang jauh dari standar keselamatan. 

 

Setiap hari puluhan anak sekolah dan warga tetap dipaksa melintas mempertaruhkan nyawa demi hak dasar mereka untuk mendapatkan pendidikan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan wakil rakyat, terkesan menutup mata atas kondisi tersebut.

 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citaman, Ade Mahroji membenarkan, kondisi jembatan ambruk total di wilayahnya terjadi pada 2024 lalu. “Ini bukan rusak baru kemarin, sudah lebih dari satu tahun longsor, dan hingga saat ini dibiarkan,” ungkap Ade saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Rabu (11/2/2026).(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit