TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Viral Menu MBG di SDN Pandeglang 4 Terdapat Ulat, Begini Penjelasan SPPG

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Jumat, 13 Februari 2026 | 14:54 WIB
Menu MBG di SDN Pandeglang 4 yang terdapat ulat sayur.(Istimewa)
Menu MBG di SDN Pandeglang 4 yang terdapat ulat sayur.(Istimewa)

PANDEGLANG - Menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh siswa SDN Pandeglang 4, Kamis (12/2/2026) diketahui terdapat ulat sayur berwarna hijau di dua ompreng. Kejadian tersebut sontak membuat para siswa kaget dan foto dan video MBG yang “disusupi” ulat sayur viral di media sosial.

 

Kepala SDN Pandeglang 4, Ayoh Maesaroh membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, selama ini pihaknya menerima MBG dari Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandeglang 3 di Kampung Tenjolaya, Pandeglang. “Iya betul, yang lain banyak gak pada dimakan. Kalau diganti juga sayang, pasti gak dimakan. Tadi sudah komplain dengan pihak dapur MBG,” ujar Ayoh, Jumat (13/2/2026).

 

Bahkan ia bersama SPPG Pandeglang 3 serta pihak terkait sudah melakukan pertemuan untuk menyampaikan persoalan tersebut. Ia berharap, kejadian seperti ini ke depan tidak lagi terulang dan menu MBG yang diperoleh siswanya harus bermutu.

 

Person in Charge (PIC) SPPG Pandeglang 3, Rendi Susanto mengakui, kejadian kemarin murni karena kelalaiannya yang kurang teliti dalam menyajikan menu MBG. Dari hasil laporan terdapat dua ompreng yang kedapatan berisi ulat hijau yang berasal dari sayuran. “Kami akui itu murni kelalaian kami pada saat proses screening. Sayuran ini memang risikonya tinggi ya terkait ulat dan kotoran, apalagi sayuran yang berpasir. Itu memang murni kelalaian dari bagian persiapan kami saat melakukan screening,” ungkap Rendi.

 

Ditanya soal anggaran, ia menjelaskan, sesuai aturan terdapat dua besaran anggaran, yakni Rp 8.000 untuk Kelas 1-3 dan Rp 10.000 untuk Kelas 4-6. Namun pihaknya melakukan subsidi silang saat penyajian, karena terkadang besaran anggaran untuk dua kelas itu tidak terpenuhi. “Misalkan hari ini kita over budget, kita tutup di hari lain yang menunya lebih murah. Contohnya, kalau hari ini menunya pakai ayam (yang lebih mahal, red), besoknya kita pakai telur. Jadi subsidi silang itu untuk menutupi kekurangan di hari yang menunya mahal,” kilahnya.

 

Pihaknya juga berkomitmen jika peristiwa Kamis lalu akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang kembali. “Tentu. Seperti yang saya sampaikan, kami menjamin hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Ini menjadi masukan yang sangat berarti bagi kami dan kami akan berbenah agar ke depannya lebih baik,” tutupnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit